Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Lonjakan kasus campak kembali menghantui sekolah-sekolah di Batam. Dalam satu kelas, satu siswa yang terinfeksi dapat dengan cepat menularkan penyakit ke teman-temannya, memicu kekhawatiran para orang tua. Sejumlah rumah sakit dan klinik pun mulai dipadati pasien demam, batuk, hingga gejala campak dalam beberapa pekan terakhir.
Rina, 32, salah satu orang tua murid, mengaku cemas melihat cepatnya penyebaran campak di sekolah anaknya. “Awalnya hanya satu anak yang kena. Dua hari kemudian sudah bertambah lagi. Anak-anak kan belajar dalam satu ruangan, jadi cepat sekali menular,” ujarnya, Jumat (14/11).
Kondisi serupa dirasakan orang tua lainnya, Sandi, 40. Ia menyebut para orang tua kini lebih waspada ketika melihat gejala batuk atau demam pada siswa. “Kalau ada yang sakit, langsung kami suruh pulang. Takutnya campak. Anak-anak duduknya berdekatan, kena satu bisa kena semua,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menegaskan tidak semua pasien campak memerlukan perawatan di rumah sakit. Ia menyebut kemungkinan meningkatnya kasus dipengaruhi vaksinasi anak yang belum lengkap serta aktivitas belajar dalam ruang tertutup dalam waktu lama.
“Campak saja tanpa komplikasi tidak harus dirawat. Risiko meningkat karena vaksin tidak lengkap dan anak-anak berkumpul dalam satu ruangan belajar,” jelasnya. Kontak erat di dalam kelas, lanjutnya, membuat penyebaran campak berlangsung sangat cepat, terutama pada anak yang belum memiliki kekebalan memadai.
Dinkes Batam telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk memperketat pemantauan dan merespons cepat bila ditemukan klaster kasus di sekolah. Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang masih berlangsung juga dioptimalkan untuk memperkuat capaian imunisasi.
“Untuk campak bisa langsung ke puskesmas. Kami imbau orang tua segera memberikan vaksin MR kepada anak,” tegas Didi.
Ia turut mengingatkan jadwal vaksinasi Campak/MR, yakni MR1 pada usia 9 bulan, MR2 pada usia 18 bulan, serta imunisasi BIAS MR di kelas 1 SD. Anak yang belum pernah menerima vaksin MR dapat diberikan kapan saja, kemudian dosis kedua diberikan minimal satu bulan setelahnya.
“Segera vaksin MR di puskesmas terdekat. Saat ini terjadi peningkatan kasus campak di sekolah-sekolah. Vaksin adalah perlindungan terbaik bagi anak dan keluarga,” tambahnya.
Dengan meningkatnya pasien demam, ISPA, dan gejala campak, Dinas Kesehatan berharap masyarakat tidak menunda imunisasi agar fasilitas kesehatan tidak kembali kewalahan menghadapi lonjakan kasus. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO