Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah memastikan pembangunan ulang musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, akan segera direalisasikan. Anggaran untuk rekonstruksi akan bersumber dari APBN sebagai bentuk tanggung jawab negara atas insiden yang menewaskan puluhan santri tersebut.
“Benar, nanti akan dijelaskan lebih lanjut,” kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar seusai menghadiri peluncuran Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2025–2029 di Jakarta, Kamis (14/11).
Ia menambahkan, proses pembangunan ulang akan melibatkan tim ahli dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur bangunan baru.
Musala tiga lantai yang berada di tengah kompleks Ponpes Al-Khoziny itu ambruk saat berlangsungnya salat Asar pada 29 September lalu. Tragedi tersebut menewaskan 67 santri dan melukai 103 lainnya.
Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, juga menegaskan komitmen negara dalam pembiayaan proyek tersebut. “Insyaallah, dalam waktu dekat akan dilakukan groundbreaking Pondok Pesantren Al-Khoziny yang pendanaannya bersumber dari APBN,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menilai pesantren memiliki dua sisi penting. Pesantren menjadi pilar pemersatu bangsa, namun tak sedikit yang masih menghadapi persoalan infrastruktur, sanitasi, dan gizi santri.
Ia memaparkan, saat ini terdapat lebih dari 42 ribu pesantren dengan total 12,5 juta santri di Indonesia.
“Angka itu bukan sekadar statistik, tapi potensi sosial luar biasa untuk memperkokoh persatuan nasional,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK