Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Beton Merah Putih, anak perusahaan Semen Merah Putih, mulai meneÂrapkan teknologi Carbon Injection dalam proses produksinya. Teknologi yang digunakan sejak 2024 itu menjadi langkah baru perusahaan dalam mendorong praktik keberlanjutan di industri beton.
Melalui penyuntikan COâ‚‚ ke dalam beton segar, teknologi tersebut memungkinkan pengurangan jejak karbon tanpa menurunkan mutu maupun performa beton yang dihasilkan.
Akhmad Syamsuddin, OpeÂrational Director Beton Merah Putih, mengatakan bahwa permintaan terhadap beton ramah lingkungan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Carbon Injection kami hadirkan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah dari sisi teknis,’’ ujarnya.
Dukungan terhadap peneraÂpan teknologi ini juga datang dari asosiasi industri. Ketua Departemen Teknologi dan Inovasi Asosiasi Perusahaan Beton Readymix Indonesia (APBRI), Yudi Yudistira, menilai terobosan ini dapat membawa perubahan signifikan di sektor konstruksi.
Carbon Injection merupaÂkan inovasi penting yang berpotensi mengubah wajah industri beton. Kami mendorong para pelaku konstruksi untuk mulai mengadopsi teknologi ini sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan,’’ kata Yudi.
Ia menambahkan, penggunaan beton rendah emisi pada masa mendatang bukan lagi sekadar mengikuti regulasi, tetapi menjadi kebutuhan untuk menjaga kualitas pembangunan.
Sebagai bagian dari Semen Merah Putih, Beton Merah Putih menyatakan akan terus mengembangkan proses produksi yang lebih bersih.
Director of Commercial & Logistic Semen Merah Putih, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa keberlanjutan merupakan nilai penting yang diterapkan di seluruh lini bisnis perusahaan.
Penerapan Carbon Injection menjadi bukti upaya kami untuk terus berinovasi menjawab kebutuhan pasar, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang lebih ramah lingkungan,’’ ujar Surindro. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO