Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kontribusi event pariwisata di Batam dinilai menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif, terutama di sektor kuliner. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyebut pemerintah terus mendorong penguatan ekosistem kreatif melalui berbagai program strategis.
“Salah satunya pinjaman tanpa bunga sebesar Rp20 juta. Seluruh bunganya ditanggung pemerintah,” ujar Ardiwinata, Jumat (14/11).
Selain permodalan, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki 17 subsektor dengan cakupan yang sangat luas, mulai dari aplikasi dan permainan digital, seperti Mobile Legends, hingga kuliner, arsitektur, film, radio, televisi, fotografi, dan seni budaya.
“Makanya tadi ada tari kreasi ditampilkan. Itu bagian dari subsektor kebudayaan. Ada sepuluh pokok pikiran kebudayaan daerah yang harus terus dikembangkan dan disertifikasi,” jelasnya.
Ardiwinata juga mengungkapkan bahwa Batam kini menjadi daerah dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar ketiga di Indonesia, setelah Jakarta dan Bali. Posisi itu tidak lepas dari peran pusat-pusat perbelanjaan dan mal yang menjadi magnet wisatawan mancanegara.
Hingga September 2025, Batam mencatatkan 1.150.423 kunjungan wisatawan mancanegara. Capaian tersebut, kata Ardiwinata, didukung oleh infrastruktur kota yang semakin lengkap.
“Batam berkembang sebagai kota wisata karena infrastrukturnya kuat. Kita punya tujuh terminal ferry, termasuk Pelabuhan Batam Center yang menjadi salah satu yang terbaik. Di Bandara Hang Nadim juga sudah ada penerbangan langsung ke Malaysia dan Korea Selatan,” paparnya.
Selain aksesibilitas, fasilitas penunjang wisata juga sangat memadai. Saat ini Batam memiliki 228 hotel dan 3.478 restoran yang tersebar di berbagai wilayah. Kehadiran fasilitas tersebut kian mengokohkan Batam sebagai destinasi wisata unggulan.
Dengan dukungan infrastruktur, beragam event kreatif, serta penguatan SDM, Ardiwinata optimistis Batam akan terus menjadi magnet bagi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik.
Ardi menambahkan, semakin banyak wisatawan yang datang ke Batam, maka efek dominonya pada perekonomian Batam juga akan semakin besar. Bahkan, bukan hanya sektor kuliner yang berkembang, tapi juga sektor usaha dan jasa lainnya ikut berkembang. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO