Buka konten ini

BATAM (BP) – Dunia pendidikan Batam kian agresif merespons perubahan zaman. Kamis (13/11), ratusan pendidik tumpah ruah di Aula Kampus Ibnu Sina Batam mengikuti Seminar Internasional Pendidikan Negeri Serumpun. Sekitar 500 guru dan kepala sekolah jenjang SD–SMP hadir untuk bertukar gagasan dengan para ahli pendidikan dari Indonesia dan Malaysia.
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan Berdaya Saing Global Berbasis Kearifan Serumpun”, forum ini menjadi wadah penting penguatan kolaborasi dua negara serumpun. Pemanfaatan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), hingga pendekatan deep learning menjadi sorotan utama. Semua itu selaras dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengedepankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, menyebut kegiatan ini sebagai momentum strategis meningkatkan kompetensi guru di tengah laju percepatan teknologi.
“Kita ingin membangun ruang kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Guru Batam harus berada di garda depan dalam menyiapkan generasi yang adaptif, berpikir mendalam, tetapi tetap berkarakter,” tegas Fendi.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan spiritual.
Pendidikan karakter dan keimanan menjadi fondasi agar siswa memiliki filter yang kuat di tengah derasnya arus informasi.
“Teknologi tidak ada artinya tanpa karakter. Di sinilah guru berperan menjaga integritas peserta didik,” ujarnya.
Fendi menekankan, guru tidak boleh berhenti belajar. Transformasi pendidikan, kata dia, hanya lahir dari pendidik yang mau terus memperbarui diri.
Di kesempatan yang sama, ia mengapresiasi komitmen peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang dicanangkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
“Kegiatan ini adalah dukungan nyata terhadap prioritas peningkatan SDM Pemko Batam. Ekosistem pendidikan maju hanya lahir dari kolaborasi kuat,” jelasnya.
Seminar ditutup dengan diskusi interaktif dan penandatanganan rencana tindak lanjut berupa penyusunan pelatihan implementasi pembelajaran berbasis teknologi bagi guru di Batam.
Tiga narasumber lintas negara hadir dalam forum tersebut: Dr. Nor Fasiha Mohd Yusof (Universiti Teknologi Malaysia), Raden Umar, M.Pd (Tenaga Ahli Wamendespdt RI/Bsi Jakarta), serta Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom (Universitas Batam/Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam). (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : PUTUT ARIYO