Buka konten ini
SURABAYA (BP) – Kabupaten Sumenep kian menunjukkan potensi besar sebagai salah satu tujuan investasi menjanjikan di Jawa Timur. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur mencatat, kinerja investasi hingga pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut terus menunjukkan tren positif. Posisi geografis yang strategis serta kekayaan sumber daya alam dan pariwisata menjadi modal utama.
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menilai Sumenep tengah memasuki fase kebangkitan ekonomi yang potensial. Dengan sumber daya alam yang melimpah, daerah di ujung timur Pulau Madura itu memiliki posisi strategis sebagai tujuan investasi baru di Jawa Timur. Pada 2024, ekonomi Sumenep tumbuh 3,77 persen dengan nilai produk domestik regional bruto (PDRB) mencapai Rp45,22 triliun. Bahkan, PDRB nonmigasnya naik lebih tinggi, yakni 4,64 persen.
Capaian tersebut turut ditopang realisasi investasi yang terus meningkat. Sepanjang tahun lalu, nilai investasi di Sumenep tercatat mencapai Rp2,8 triliun. Sementara itu, pada triwulan pertama tahun ini saja, realisasinya sudah menembus Rp1,3 triliun.
“Dalam periode tersebut, penyerapan tenaga kerja lebih dari 5.500 orang. Ini bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Sumenep semakin tinggi,” jelas Adik dalam acara Sumenep Investment Summit 2025, kemarin (13/11).
Didukung Kemudahan Regulasi. Menurut Adik, kebijakan pemerintah daerah yang pro-investor menjadi faktor kunci dalam menjaga tren positif tersebut. Pemkab Sumenep disebut berhasil memberikan berbagai insentif dan kemudahan perizinan bagi penanam modal, sehingga menarik minat investor baru.
Beberapa sektor yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk digarap antara lain industri rumput laut, garam, perikanan tangkap, pariwisata kesehatan (wellness tourism), serta energi terbarukan.
“Pulau ini bisa dikembangkan sebagai destinasi eco-wellness tourism kelas dunia. Tren wisata kesehatan sedang naik, dan Sumenep punya modal alam yang luar biasa,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO