Buka konten ini

BATAM (BP) – Sudah lebih dari satu jam Yuli, warga Batubesar, Nongsa, duduk di atas rumput di tepi jalan, Rabu (12/11) sore. Matanya tak lepas menatap ke ujung jalan, menunggu bus Trans Batam jurusan Punggur yang tak kunjung datang.
Sejak pukul 14.30, perempuan 56 tahun itu menunggu di depan papan kecil bertuliskan Bus Stop. Tak ada atap, tak ada kursi, hanya hamparan rumput sebagai tempat duduk. “Awalnya saya berdiri, tapi lama-lama pegal juga. Akhirnya duduk saja di rumput,” kata Yuli, tersenyum lemah.
Ia hendak menengok anaknya di Punggur. Seperti biasa, ia mengandalkan Trans Batam yang dikenal murah dan berpendingin udara. “Cuma lima ribu, udah enak, adem,” ujarnya.
Namun, di balik kenyamanan itu, Yuli mengaku kesal karena waktu tunggu yang tak menentu dan fasilitas halte yang minim. “Tadi sudah ada bus lewat, tapi jurusannya beda. Yang ke Punggur belum lewat-lewat juga,” keluhnya.
Dalam seminggu, Yuli bisa dua hingga tiga kali naik Trans Batam. Ia menilai layanan ini membantu warga yang tak punya kendaraan pribadi. Hanya saja, katanya, jadwal bus perlu diperjelas agar penumpang bisa memperkirakan waktu keberangkatan. “Kadang cepat, kadang bisa sejam lebih. Harusnya ada jadwal tetap,” ucapnya.
Selain waktu tunggu yang lama, kondisi halte juga dikeluhkan. Di beberapa titik, halte hanya berupa tiang penanda tanpa atap maupun bangku. “Kalau bisa ditambah bangku, biar yang tua-tua kayak saya bisa duduk,” ujarnya lirih.
Beruntung sore itu cuaca mendung, sehingga Yuli bisa berteduh di bawah bayangan pohon. “Kalau panas atau hujan, paling numpang di depan rumah orang,” katanya sambil tersenyum kecil.
Setelah menunggu hampir satu jam tiga puluh menit, Yuli akhirnya menyerah. Ia memilih naik bus jurusan Batam Center, lalu berencana menyambung ke Punggur dari sana. “Yang penting jalan dulu, nanti lanjut,” katanya.
Beberapa warga lain yang menunggu di lokasi serupa juga mengeluhkan hal yang sama. “Busnya datang nggak tentu. Kadang cepat, kadang lama banget,” ujar Iq, salah seorang warga. Ia berharap Dinas Perhubungan Kota Batam dan pengelola Trans Batam bisa menambah armada serta memperbaiki fasilitas halte.
“Trans Batam sebenarnya sudah bagus. Tinggal pelayanan dan fasilitasnya yang perlu ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo, belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan warga tersebut. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO