Buka konten ini

KASUS perundungan (bullying) kembali jadi sorotan setelah insiden di salah satu SMA Negeri di Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa hari lalu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun pun mengingatkan pentingnya kepedulian guru dan orang tua untuk mencegah hal serupa terjadi di sekolah.
Plt Kepala Disdikbud Karimun, Grandy Tuerah, mengatakan, guru harus peka terhadap kondisi sekecil apa pun yang dialami siswa. Orang tua juga diimbau untuk aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah.
“Sekarang sudah ada grup WhatsApp antara guru dan orang tua di tiap kelas. Jadi, setiap kejadian atau perubahan perilaku anak bisa langsung dibicarakan,” ujar Grandy, Rabu (12/11).
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama. Disdikbud bersama sekolah telah menjalankan program penguatan sistem perlindungan siswa sesuai Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP).
“Sosialisasi dan kampanye anti-perundungan harus terus dilakukan, tidak hanya saat penerimaan siswa baru,” tegasnya.
Grandy menambahkan, sekolah juga wajib memperketat pengawasan di area rawan seperti halaman, koridor, dan kantin. Lingkungan belajar yang positif dan religius diyakini dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak.
“Nilai keagamaan dan keimanan harus ditanamkan sejak dini agar siswa punya benteng moral yang kuat,” katanya.
Ia juga menyoroti pengaruh teknologi informasi terhadap perilaku siswa. Menurutnya, guru perlu kreatif mengarahkan penggunaan teknologi agar bermanfaat bagi pembelajaran.
“Teknologi tidak bisa dibendung, tapi bisa diarahkan. Kalau digunakan dengan benar, bisa menjadi kekuatan positif bagi siswa,” tutupnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY