Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Kebingungan masih kerap terjadi di kawasan Simpang tiga Baloi, Lubukbaja. Banyak pengendara dari arah Batuampar menuju Simpang Jam mengaku tidak paham dengan isyarat lampu lalu lintas di titik itu. Akibatnya, sebagian berhenti ketika lampu merah menyala, sementara yang lain justru melaju terus.
Mirwan, salah seorang pengendara motor, mengaku pernah berada dalam situasi membingungkan tersebut. Ia sudah berhenti ketika lampu merah menyala, tapi justru diklakson bertubi-tubi oleh pengendara lain yang terus melaju. “Di seberang SPBU itu, bulatan merah itu maksudnya stop atau jalan? Masa kita sudah berhenti malah diklakson ramai-ramai? Rambunya ambigu, bahaya loh,” ujarnya kesal.
Pantauan di lokasi memperlihatkan kondisi serupa. Banyak pengendara tetap melaju lurus meski lampu merah menyala, karena menganggap jalur itu merupakan jalur utama tanpa hambatan. Akibatnya, arus lalu lintas kerap tidak teratur dan menimbulkan kebingungan di antara pengguna jalan lain—terutama mereka yang berusaha patuh terhadap aturan.
Kondisi di Simpang Indomobil ini juga menimbulkan potensi bahaya. Kendaraan dari arah Batuampar dan Baloi kadang berpapasan dalam posisi berisiko karena sama-sama merasa memiliki prioritas jalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Leo Putra, melalui Kasi Pengawasan Lalu Lintas Ade Candra, menegaskan bahwa lampu lalu lintas tetap menjadi acuan utama. “Kalau lampunya merah, itu tandanya berhenti. Walaupun jalannya lurus,” tegasnya.
Ade menjelaskan, simpang tersebut termasuk simpang tiga yang dikendalikan dengan sistem lampu otomatis. Artinya, semua pengendara wajib berhenti ketika lampu merah menyala, tanpa terkecuali. “Aturannya tidak berubah hanya karena bentuk simpang. Lampu lalu lintas tetap panduan utama,” ujarnya.
Dishub Batam, lanjutnya, berencana mengevaluasi posisi dan kejelasan rambu di titik itu. Langkah ini untuk mencegah kesalahpahaman dan potensi kecelakaan akibat persepsi berbeda di kalangan pengendara. “Kami akan lihat kembali tata letak lampu dan rambu di Simpang Indomobil supaya lebih mudah dipahami,” tambah Ade.
Sementara itu, pengendara berharap pembenahan segera dilakukan. Menurut Mirwan dan beberapa warga lainnya, masalah seperti ini seharusnya tidak dibiarkan berlarut-larut. “Kami cuma minta rambu yang jelas saja. Jangan sampai orang yang taat aturan malah disalahkan,” ujarnya.(***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO