Buka konten ini

BATAM (BP) – Upaya penataan arus lalu lintas di Kota Batam melalui program kanalisasi—pemisahan lajur kendaraan roda dua dan roda empat—belum sepenuhnya berjalan mulus. Meski sosialisasi sudah dilakukan beberapa hari terakhir, masih banyak pengendara yang belum memahami aturan penggunaan jalur baru itu.
Pantauan di lapangan, Selasa (11/10), menunjukkan situasi di beberapa titik utama seperti Jalan Sudirman hingga kawasan Baloi masih semrawut. Sejumlah pengendara motor terlihat melintas di jalur kanan yang seharusnya diperuntukkan bagi mobil. Sebaliknya, beberapa mobil juga tampak masuk ke lajur kiri yang kini ditetapkan khusus untuk kendaraan roda dua.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polresta Barelang masih fokus pada tahap sosialisasi dan edukasi sebelum penertiban dilakukan secara menyeluruh. Menurutnya, perubahan perilaku berkendara memang membutuhkan waktu.
“Saat ini kami masih di tahap sosialisasi. Sepeda motor diarahkan untuk berada di lajur kiri. Harapannya, kebiasaan tertib bisa terbentuk dulu. Keselamatan menjadi tujuan utama, jadi kami lakukan secara bertahap,” ujar Leo.
Namun, di lapangan masih ditemukan banyak pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Bahkan, beberapa marka pemisah jalan dilaporkan rusak akibat ditabrak pengendara yang tidak memperhatikan jalur.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, menegaskan keberhasilan penataan ini bergantung pada kesadaran dan disiplin pengguna jalan. Polisi, kata dia, akan terus menempatkan personel untuk memberikan arahan langsung kepada pengendara.
“Perubahan ini tidak bisa instan. Dibutuhkan waktu dan kemauan dari masyarakat untuk tertib. Kami imbau agar setiap pengendara menggunakan jalur sesuai peruntukannya, karena ini menyangkut keselamatan bersama,” tegas Afiditya.
Sementara itu, sejumlah pengendara mengaku masih bingung dengan pembagian jalur tersebut. Salah satunya, Sumardi, pengemudi mobil yang kerap melintas di Jalan Sudirman.
“Masih belum terbiasa. Kadang jalur kanan padat, jadi ikut ke kiri. Tapi sekarang sudah mulai paham sedikit-sedikit,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Udin, pengendara sepeda motor yang masih sesekali melintas di lajur kanan. Ia mengaku masih ragu karena pengendara lain juga belum semuanya patuh.
“Kadang ikut kanan karena ramai. Kalau semua motor sudah di kiri, mungkin saya juga akan terbiasa,” katanya.
Pemerintah Kota Batam bersama Polresta Barelang memastikan sosialisasi akan terus dilakukan dengan pendekatan humanis sebelum penegakan disiplin diberlakukan penuh. Program kanalisasi ini diharapkan bisa membentuk budaya tertib berkendara dan menekan angka kecelakaan di Batam. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO