Buka konten ini

ISU mundurnya Antonio Conte dari kursi pelatih SSC Napoli kembali mencuat. Situasi ini mengingatkan publik pada keputusan Luciano Spalletti yang hengkang tak lama setelah membawa Partenopei menjuarai Serie A musim 2022–2023.
Kekalahan 0–2 dari Bologna FC akhir pekan lalu (10/11) dan tergesernya Napoli dari posisi puncak klasemen pada giornata ke-11 disebut menjadi momentum yang memicu ketegangan internal klub juara bertahan tersebut.
Menurut laporan Il Mattino, pihak klub dan Conte dijadwalkan bertemu, Selasa (11/11) untuk membahas masa depan sang pelatih yang dijuluki The Godfather. Pertemuan itu disebut sebagai tindak lanjut dari diskusi antara Conte dan Aurelio De Laurentiis (ADL), presiden sekaligus pemilik Napoli, sehari setelah kekalahan di Stadio Renato Dall’Ara, markas Bologna FC.
Namun, saat dikonfirmasi pada Senin (11/11), ADL membantah rumor tersebut. Ia menegaskan tidak ada pembicaraan apa pun terkait jabatan Conte.
“Selalu ada keharmonisan khusus antara aku dan Conte. Saat ini, aku bangga memiliki Conte di sampingku,” ujar ADL melalui unggahannya di media sosial X.
Pria berusia 76 tahun itu, yang juga dikenal sebagai produser film ternama Italia, memuji totalitas pelatih berpengalaman tersebut.
“Dia mengorbankan setiap detik hidupnya untuk profesinya. Begitu pula kemurahan hati dan dedikasinya yang luar biasa. Conte adalah jaminan terbesar bagi klub, pemain, dan para pendukung Napoli,” sambungnya.
Kendati begitu, tekanan terhadap Conte kian terasa setelah hasil kurang konsisten Napoli di awal musim. Klub asal Naples itu gagal mempertahankan performa dominan seperti musim lalu, ketika Spalletti membawa mereka mengakhiri penantian panjang scudetto selama lebih dari tiga dekade.
Situasi ini membuat masa depan Conte di San Paolo menjadi sorotan, meski sang presiden menegaskan hubungan keduanya tetap solid. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO