Buka konten ini

BINTAN (BP) – Remaja putus sekolah berusia 15 tahun di Bintan, YN, melahirkan bayi perempuan di rumahnya pada Minggu (9/11) dini hari. Keluarga dan warga sekitar terkejut karena tidak mengetahui YN hamil selama ini.
Kerabat YN, As mengaku bahwa keluarga sangat terkejut dengan kejadian ini. YN selama ini tinggal bersama kakak dan adiknya, karena mereka sudah tidak memiliki orangtua lagi dan mereka bekerja di perkebunan sawit di Bintan.
Kakak YN sendiri tidak menyadari kehamilan YN. Selain itu, YN tidak menunjukkan gejala kehamilan.
”Kemungkinan karena badannya gemuk jadi ketutup kehamilannya,” ujarnya.
Ia menceritakan bahwa saat itu YN merasa sakit di perut pada Minggu (9/11) dini hari dan mengeluhkannya ke kakaknya.
Saudara YN kemudian datang ke rumah mereka untuk memijit perut YN.
Tidak lama kemudian, YN melahirkan seorang bayi perempuan saat mau ke kamar mandi pada pagi dini hari, itu.
”Pas berojol, bayi menangis, keluarga dan tetangga kaget semua,” ujar As.
Mereka kemudian membantu YN dan bayi yang baru lahir dengan langsung dimandikan.
Setelah melahirkan, YN akhirnya mengaku telah dicabuli oleh tetangga mereka sendiri, HL.
”HL adalah tetangga YN yang biasa dipanggil ”bapak tua”. HL sudah memiliki 5 anak dan 4 cucu, dan rumahnya hanya berjarak satu rumah dengan YN,” katanya.
Keluarga YN sangat kesal dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Gunung Kijang. Sementara itu, YN mengaku telah tiga kali dicabuli oleh HL, tetangganya, pada bulan Februari lalu.
”Saya sudah tiga kali diperkosa di bulan itu,” katanya saat ditemui di Puskesmas Kawal, Selasa (11/11) sore.
Ia menceritakan kejadian tak senonoh ini bermula saat HL datang ke rumah mereka di saat ia menidurkan ponakannya. HL mengedor pintu depan, namun YN tidak membukanya. HL kemudian masuk lewat pintu belakang.
”Dia membangunkan saya lalu memaksa saya untuk melakukan itu, tapi saya tolak,” kata YN.
HL kemudian mengancam akan menyakiti ponakannya jika YN tidak menuruti kemauannya.
”Saya terpaksa menurutinya karena khawatir anak-anak disakiti,” katanya.
Ditanya alasan tidak menceritakan kejadian yang dialaminya ke keluarga? YN mengatakan alasan karena takut ponakannya akan disakiti oleh HL. ”Saya takut anak-anak disakiti,” katanya.
Setelah kejadian ini, YN berharap HL segera ditangkap. Ia bertekad akan membesarkan anaknya seorang diri.
Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Ipda Syahriwal membenarkan adanya laporan ini.
”Kita lagi mengejar terduga pelaku,” katanya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY