Buka konten ini

BATAM (BP) – Sebuah babak baru sektor energi nasional akan dimulai dari sebuah pulau kecil di ujung barat Batam — Pulau Pemping. Pulau yang selama ini tenang di tepi Selat Singapura itu bersiap menjadi gerbang utama penyaluran gas bumi dari Natuna.
Langkah besar ini diresmikan lewat penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Installation (EPCI) antara PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PT Timas Suplindo, Senin (27/10), lalu bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
Proyek pipa West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping akan menjadi jalur vital yang menghubungkan sumber gas bumi dari Natuna menuju pusat-pusat kelistrikan di Batam, Sumatera bagian tengah, hingga Jawa bagian barat. Dari Pulau Pemping, energi bersih ini akan dialirkan untuk memperkuat sistem kelistrikan nasional.
“Pembangunan pipa WNTS–Pemping menjadi bukti nyata komitmen PLN Group memperkuat rantai pasok energi primer yang andal dan efisien. Pemping akan berperan penting sebagai titik penerima dan penghubung utama gas bumi dari Natuna,” ujar Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto, Jumat (7/11).
Rakhmad menjelaskan, proyek ini mencakup pembangunan jalur offshore dan onshore, termasuk proses tie-in dengan jaringan pipa yang sudah ada di WNTS dan pembangunan Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping. Fasilitas ini akan menjadi jantung distribusi energi gas menuju Batam dan wilayah lainnya.
Ia optimistis sinergi dengan PT Timas Suplindo akan memastikan proyek berjalan aman, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan tertinggi. “Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tapi langkah menuju kemandirian energi nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PLN EPI Nikson Silalahi menegaskan, proyek pipa WNTS–Pemping sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“Pemping akan menjadi simbol kemandirian energi bangsa. Dari pulau kecil ini, energi dari Natuna akan mengalir ke berbagai penjuru negeri,” tutur Nikson.
Dari pihak kontraktor, Direktur Utama PT Timas Suplindo Sulianto Entong mengaku bangga bisa menjadi bagian dari proyek strategis nasional ini. “Kami berkomitmen bekerja profesional dan menjaga mutu serta keselamatan. Kolaborasi dengan PLN EPI menunjukkan sinergi kuat antara BUMN dan industri nasional,” ujarnya.
Pipa gas WNTS–Pemping ditargetkan beroperasi secara komersial (COD) pada awal 2026. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Kepulauan Riau.
Lebih dari sekadar proyek pipa gas, pembangunan di Pulau Pemping menjadi simbol transformasi energi nasional — dari perbatasan Natuna hingga pusat ekonomi Batam dan Jawa. Dari Pemping, cahaya energi Indonesia akan terus mengalir, menyalakan semangat kemandirian di seluruh negeri. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO