Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Persoalan sampah di Kota Batam yang sebelumnya dijanjikan segera selesai, hingga kini belum juga tuntas. Tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik. Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit bagi warga.

Keberadaan sampah yang menumpuk tanpa penanganan cepat membuat kualitas lingkungan menurun dan kenyamanan warga terganggu.
Salah satu titik yang mengalami penumpukan adalah kawasan Bida Ayu Pintu 2, Sei Beduk. Seorang warga, Evan, mengatakan, tumpukan sampah sudah terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Karena terlalu lama dibiarkan, sebagian warga sempat membakar sampah untuk mengurangi volume. Namun, praktik tersebut kini sudah jauh berkurang.
“Sekarang pembakaran sudah berkurang, tinggal satu titik saja,” kata Evan.
Dari pantauan Batam Pos, sampah rumah tangga tampak memenuhi tepi jalan. Kantong plastik, sisa makanan, serta berbagai jenis limbah rumah tangga lain berserakan tidak teratur. Tumpukan itu memanjang di sisi permukiman, menimbulkan kesan kumuh dan tidak terurus.
Batam Pos telah berupaya mengonfirmasi kondisi ini kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh jawaban dari dinas yang menangani persoalan persampahan tersebut.
Camat Sei Beduk, Rifandi Malik, membenarkan adanya penumpukan sampah. Menurutnya, hal itu terjadi akibat berkurangnya armada pengangkut. Beberapa truk mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi.
“Armada untuk Sei Beduk biasanya lima, sekarang tinggal dua. Akhir tahun ini kita usahakan penambahan armada secepatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kecamatan juga mengawasi agar warga tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. “Kalau ada laporan pembakaran, kami turun langsung mematikan api,” katanya. Keluhan serupa juga disampaikan warga Perumahan Arira Garden. Galih, warga setempat, menyebut sampah sudah beberapa hari tidak diangkut.
“Perumahan yang biasanya beraroma alami pohon bakau, mendadak berubah bau sampah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini.
Sampah yang tidak terangkut juga dikeluhkan warga Kavling Saguba. Sudah hampir tiga minggu sampah di wilayah tersebut tidak diambil, sehingga tumpukannya semakin membesar. Kondisinya kini memprihatinkan, bahkan belatung terlihat bermunculan di mana-mana.
Tumpukan sampah juga terlihat di kawasan Tanjunguma, tepatnya menuju Puskesmas Tanjunguma. Sampah memanjang di tepi jalan, mencuri perhatian warga dan pengguna jalan. Selain merusak pemandangan, bau menyengat tercium cukup kuat hingga ke area permukiman.
Sebagian besar sampah merupakan sampah rumah tangga seperti kantong plastik, sisa makanan, dan kardus. Warga berharap armada pengangkut bisa beroperasi lebih rutin dan tepat waktu, agar TPS tidak berubah menjadi sumber masalah lingkungan. (*)
Reporter : M. SYA’BAN-CECEP MULYANA
Editor : FISKA JUANDA