Buka konten ini

BATAM (BP) – Truk bermuatan sampah plastik basah melintas di Jalan Ahmad Yani, dari arah Panbil menuju Batam Center, Sabtu (1/11). Di atas bak truk bertuliskan Synthesis Project Logistics itu, tumpukan plastik menjulang melebihi batas atas kendaraan. Air dari plastik basah terlihat menetes dan beterbangan tertiup angin sore, nyaris mengenai pengendara lain.
Pantauan Batam Pos, truk itu sempat berhenti di lampu merah Simpang Kara. Saat kendaraan diam, sebagian muatan plastik tampak menyentuh aspal. Begitu lampu hijau menyala, truk kembali melaju dan berbelok ke arah Polux Habibie, meninggalkan jejak air dan sisa plastik kecil di badan jalan.
Beberapa pengendara mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. “Plastik itu kan licin. Kalau jatuh di jalan, bisa bikin orang terpeleset, apalagi motor yang melaju cepat,” kata Riyan, pengemudi ojek online yang saat itu berada di belakang truk.
Menurutnya, pemandangan truk bermuatan berlebih sudah sering terjadi di ruas jalan tersebut. “Sudah hampir tiap hari ada truk besar bawa muatan berlebih, entah sampah, entah barang. Kalau dibiarkan takutnya bisa menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Dua hari setelah kejadian itu, pemandangan serupa kembali terlihat pada Senin (3/11). Sebuah truk bermuatan kayu terlihat di lampu merah Jalan Ahmad Yani. Tumpukan kayu di bak belakang juga melebihi batas, bahkan dua orang tampak duduk di atas muatan tanpa alat pengaman. Kondisi itu membahayakan diri mereka dan pengguna jalan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Leo Putra, mengatakan, terus melakukan patroli dan penindakan terhadap kendaraan yang membawa muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Kalau ditemukan, langsung kami tindak sesuai ketentuan dan akan kami tilang,” ujar Leo saat dihubungi Batam Pos, Kamis (6/11).
Ia menyebut, penindakan ODOL sudah menjadi agenda rutin Dishub.
“Itu diatur dalam undang-undang. Kami juga imbau agar kendaraan angkutan, terutama milik perusahaan, tidak membawa muatan melebihi kapasitas karena berisiko menimbulkan kecelakaan,” ujarnya. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : FISKA JUANDA