Buka konten ini

NONGSA (BP) – Polda Kepulauan Riau menggandeng komunitas pengemudi online se-Kepri untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Melalui kegiatan Silaturahmi dan Deklarasi Kamtibmas di Hotel AP Premier Batam, Kamis (6/11), ratusan pengemudi ojek dan taksi online menyatakan siap mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif di wilayah Kepri.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, Wakapolda, serta pejabat utama Polda Kepri. Hadir pula perwakilan dari Dinas Perhubungan, Dinas Ketenagakerjaan, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, serta komunitas pengemudi online dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya, Irjen Asep menegaskan pentingnya peran pengemudi online dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia menyebut, para pengemudi yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat memiliki posisi strategis sebagai “mata dan telinga” kepolisian di lapangan.
“Saya berharap pengemudi online dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga Kamtibmas. Jika ada hal mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, segera laporkan. Keterlibatan masyarakat seperti inilah yang memperkuat rasa aman di lingkungan kita,” ujar Asep.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas pengemudi online, terutama menjelang tahun politik dan musim libur akhir tahun. Ia menekankan, kerja sama lintas sektor merupakan kunci agar Kepri tetap aman, nyaman, dan ramah bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Selain keamanan, kami ingin pengemudi online menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Jadilah contoh bagi pengguna jalan lainnya,” pesannya.
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Junaidi, menyebut deklarasi ini sebagai langkah konkret memperkuat ekosistem transportasi digital yang aman dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, penyedia aplikasi, dan komunitas pengemudi sangat penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkeadilan.
“Transportasi daring bukan hanya soal aplikasi dan penumpang, tapi juga soal keseimbangan antara hak, kewajiban, dan keselamatan semua pihak. Kami apresiasi langkah Polda Kepri yang melibatkan pengemudi secara langsung,” ujar Junaidi.
Sekitar 150 pengemudi online dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Lingga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Acara berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan ditandai dengan pemasangan rompi kemitraan dan pembacaan Deklarasi Kamtibmas Komunitas Pengemudi Online se-Kepri. Dalam deklarasi itu terdapat empat poin utama: menjaga stabilitas keamanan, menolak provokasi dan kekerasan, menjunjung tinggi solidaritas dan keselamatan berlalu lintas, serta bersinergi dengan aparat kepolisian dan pemerintah daerah.
Perwakilan komunitas pengemudi online, Jafri Rajab, menyampaikan apresiasinya kepada Polda Kepri. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah mempererat hubungan antara pengemudi online dan aparat kepolisian.
“Kami tidak hanya mencari nafkah, tapi juga ikut menjaga keamanan kota. Kalau kota aman, kami pun bisa bekerja dengan tenang,” ujarnya.
Deklarasi ini diharapkan menjadi tonggak baru kemitraan antara Polri dan komunitas pengemudi online di Kepri. Melalui komunikasi yang baik dan kerja sama berkelanjutan, kedua pihak berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat di seluruh wilayah Kepulauan Riau. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : GALIH ADI SAPUTRO