Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Ajang musik dan fashion bergengsi, Batam Jazz and Fashion (Bajafash), kembali digelar tahun ini dengan kemasan yang lebih artistik. Memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan, event yang selalu dinanti penikmat jazz dan pecinta mode itu akan berlangsung pada 7–8 November 2025 di Ballroom Wyndham Panbil. Tahun ini, ruang ballroom akan disulap menjadi museum peranakan untuk memperkuat tema utama, “Strait Inspiration.”
Founder sekaligus Advisor Bajafash, Indina Putri Fadjar, mengatakan perhelatan tahun ini kembali menghadirkan kolaborasi kreatif antara musisi jazz dan desainer dari berbagai daerah, mulai dari lokal Kepulauan Riau, nasional, hingga internasional. “Bajafash 2025 mengangkat tema ‘Strait Inspiration’ yang menonjolkan nuansa budaya peranakan sebagai identitas dan daya tarik utama,” ujarnya dalam konferensi pers di Garden Bay Harbourbay, Kamis (6/11).
Menurut Dina, Bajafash juga konsisten melanjutkan konsep zero waste untuk keempat kalinya. “Kami ingin menghadirkan pertunjukan yang bukan hanya indah, tetapi juga berkelanjutan. Tahun ini, ballroom Wyndham Panbil akan kami transformasi menjadi museum peranakan,” tambahnya.
Deretan penampil ternama siap memeriahkan acara, termasuk Vina Panduwinata, yang akan menjadi bintang utama. Ada pula penampilan Jazz DJ Eli dengan konsep unik Jazz Keroncong, berkolaborasi dengan SMK Muhammadiyah Kabil Batam yang menampilkan lima karya busana bertema peranakan. “Mereka akan menghadirkan fashion show yang menggambarkan kekayaan budaya peranakan,” kata Dina.
Selain itu, Kangkubawa Jazz Melayu dan paduan suara jazz dari Global School—yang baru saja menorehkan prestasi di Jerman—juga akan tampil di panggung Bajafash. Dina menegaskan, Bajafash bukan hanya tontonan hiburan, tetapi juga ruang edukasi yang mengeksplorasi budaya dan kreativitas lintas bidang seni.
Desainer asal Malaysia, Eric Choong, turut ambil bagian dalam ajang ini. Ia mengaku bangga bisa kembali tampil. “Bajafash luar biasa karena mampu memadukan fashion dan musik jazz dalam satu panggung. Saya akan menghadirkan karya yang terinspirasi dari budaya Asia,” ungkapnya.
Musisi jazz Amelia Ong juga tak ketinggalan. Ia akan tampil pada 8 November dengan penampilan spesial berkolaborasi bersama karya desainer Putri Anjani. “Saya sangat menantikan bisa kembali merasakan energi antusias penonton Bajafash,” ucapnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. Ia menyebut Bajafash sebagai salah satu event yang memberi dampak besar bagi pariwisata Batam. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO