Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Produk perhiasan unggulan Indonesia kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Dalam pameran JA New York 2025 yang digelar di Javits Center, New York, Amerika Serikat, karya desainer lokal berhasil menorehkan potensi transaksi sebesar USD1,87 juta atau sekitar Rp31,12 miliar.
Produk-produk tersebut dipasarkan di Amerika Serikat melalui dua merek asal Indonesia, yakni Manoja Jewelry dan Titian Fine Jewelry, serta satu merek asal AS, Nakula Jewelry. Ketiganya menampilkan karya yang memadukan kearifan lokal nusantara dengan tren desain global.
Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, Dhonny Yudho Kusuma, mengatakan, capaian itu menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha kreatif Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.
”Kami ingin membangun citra bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya, tetapi juga unggul dalam inovasi dan desain,” ujar Dhonny, kemarin (5/11). Partisipasi Paviliun Indonesia dalam pameran tersebut merupakan hasil sinergi antara ITPC Chicago dan Konsulat Jenderal RI New York.
Paviliun Indonesia tak hanya menampilkan produk perhiasan, tetapi juga memperkenalkan potensi industri perhiasan tanah air secara menyeluruh.
Di area pameran seluas 18 meter persegi itu, Nakula Jewelry menghadirkan koleksi perhiasan mutiara yang memadukan desain elegan dengan sentuhan kontemporer khas Indonesia.
Sementara itu, Owner Manoja Jewelry, Maryam, menuturkan bahwa pencapaian ini menjadi bukti kemampuan desainer lokal untuk bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
”Kesempatan ini membuktikan bahwa produk perhiasan Indonesia bisa bersaing di pasar global.
Kami tidak hanya menjual perhiasan, tetapi juga cerita dan nilai budaya yang terkandung di dalam setiap desain,” ungkapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO