Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan langkah permanen untuk mengatasi persoalan air bersih yang masih dikeluhkan warga, terutama di wilayah Tanjungsengkuang dan Batumerah. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengakui bahwa suplai air di sejumlah titik belum sepenuhnya lancar seperti yang diharapkan masyarakat.
“Sesekali waktu di malam hari saya juga main ke sana, warga masih menyampaikan cerita tentang masalah air itu,” ujar Amsakar, Rabu (5/11).
Amsakar sebelumnya menepati janjinya dengan meninjau langsung kawasan terdampak pada Selasa lalu, didampingi Deputi Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, Direktur Fasling dan SPAM Iyus Rusmana, serta perwakilan dari SPAM dan Air Batam Hilir (ABH).
Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa sejumlah tandon yang sudah dibangun di beberapa titik tidak cukup kuat mendorong air ke wilayah dataran tinggi. Aliran air hanya lancar di kawasan bawah, sedangkan pelanggan di dataran tinggi kerap mengalami gangguan pasokan.
“Problem di lapangan, tandon yang ada tidak cukup kuat tendangan airnya untuk wilayah dataran tinggi. Karena itu pelanggan di wilayah atas meminta solusi alternatif,” kata Amsakar.
Untuk jangka pendek, tim teknis BP Batam tengah mengatur kembali tekanan air agar distribusi lebih merata. Salah satu opsi yang dikaji adalah optimalisasi pasokan dari tangki seribu atau tangki ozon.
“Kalau tangki seribu itu dimasukkan air seperti sedia kala, Insyaallah di seputaran Batuampar ini akan selesai masalahnya,” ujarnya.
Namun, menurut pihak Air Batam Hilir, kondisi saat ini jauh berbeda dibanding sebelumnya karena adanya penambahan sekitar 80 ribu pelanggan baru. Hal ini membuat distribusi air harus dikelola lebih hati-hati agar tidak menimbulkan gangguan di wilayah lain.
“Kalau kita push betul aliran air ke satu titik, bisa jadi di wilayah lain seperti Lubuk Baja akan terganggu. Inilah upaya yang sudah maksimal kita lakukan,” jelas perwakilan ABH.
Sebagai solusi jangka panjang, BP Batam berencana membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru pada awal tahun 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam tiga bulan setelah dimulai.
“Upaya permanen yang akan kita lakukan adalah dengan membangun IPA di awal tahun. Dana yang disiapkan cukup besar, dan harapan saya ini betul-betul menjadi solusi bagi permasalahan warga,” kata Amsakar. (***)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO