Buka konten ini

BATAM (BP) – Pemeriksaan kesehatan gratis bagi pelajar di Kota Batam terus bergulir. Ribuan siswa dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK telah menjalani skrining kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam.
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah penyakit mulai menonjol di kalangan pelajar. Paling banyak ditemukan adalah karies gigi (gigi berlubang) dan serumen (kotoran telinga), disusul gangguan refraksi atau masalah penglihatan, serta obesitas. Dua kasus pertama bahkan tercatat mendominasi hasil skrining di berbagai sekolah.
Bagi sebagian warga, tingginya temuan kasus gigi berlubang tak lepas dari mahalnya biaya perawatan gigi. Salah satunya dialami Dina, warga Batam. Ia mengaku biaya perawatan gigi, terutama untuk perawatan saluran akar, tidak sedikit.
“Kalau pakai BPJS, masa tunggunya di rumah sakit bisa hampir setahun. Kalau bayar sendiri, biayanya bisa sampai dua juta sampai lima juta,” keluhnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa tidak semua kasus gigi harus ditangani oleh dokter gigi spesialis. Kasus ringan masih bisa ditangani oleh dokter gigi umum atau dokter gigi anak di puskesmas.
“Untuk perawatan ringan cukup di puskesmas. Tidak semua harus ke dokter gigi spesialis,” ujarnya.
Meski demikian, Didi menilai penambahan dokter spesialis gigi tetap dibutuhkan, terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Dokter spesialis tidak bisa ditempatkan di puskesmas. Harusnya RSUD yang menambah dokter spesialis konservasi gigi,” katanya.
Didi menambahkan, sesuai regulasi, puskesmas hanya berwenang menangani kasus dasar. Karena itu, pihaknya akan memperkuat kapasitas tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama agar penanganan kasus ringan dan sedang bisa dilakukan tanpa harus menunggu rujukan.
“Kami akan meningkatkan kemampuan dokter gigi di puskesmas lewat pelatihan dan penambahan alat medis sederhana. Jadi pelayanan bisa lebih maksimal dan masyarakat tidak perlu menunggu lama,” jelasnya.
Bidang konservasi gigi, lanjut Didi, merupakan cabang kedokteran yang berfokus pada perawatan saluran akar, tambalan estetis, serta menjaga agar gigi tetap berfungsi optimal di dalam mulut.
“Penguatan layanan puskesmas dan penambahan dokter spesialis di RSUD adalah langkah penting agar masyarakat mendapat akses perawatan gigi yang lebih cepat dan terjangkau,” tegasnya.
Program Cek Kesehatan Gratis ini diharapkan tak hanya mendeteksi dini penyakit pada anak-anak sekolah, tetapi juga mendorong kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak dini—terutama kesehatan gigi dan mulut yang kerap diabaikan. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO