Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tanjungpinang, Kepulauan Riau melakukan apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi, Selasa (4/10).
Apel itu juga melibatkan personel dari TNI, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga personel dari Pemadam Kebakaran di ibu kota Provinsi tersebut.
”Saat ini kita sudah masuk penghujung tahun 2025, dimana kecendrungan cuaca mulai ekstrem,” kata Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, Selasa (4/11).
Ia menerangkan, semua personel dari berbagai instansi perlu menyamakan persepsi, gunan menunjang sarana dan prasarana untuk mengatasi bencana alam di Tanjungpinang.
Terlebih sepanjang Januari hingga Oktober 2025, terdapat 44 peristiwa bencana alam yang terjadi di daerah berjuluk kota gurindam tersebut. Mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
”Masyarakat yang terdampak dalam peristiwa itu lebih kurang ada sebanyak 2.700 orang. Sehingga kita harus bersinergi, untuk menghadapi bencana alam yang bakal terjadi kedepannya,” tambahnya.
Selain itu, kata dia personel bakal melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan terjadinya bencana alam. Untuk banjir rob kerap terjadi di daerah pesisir, seperti di Kampung Bugis, hingga Teluk Keriting.
”Lalu kita juga minta kepada pihak terkait untuk memangkas pohon yang rawan tumbang. Sebab, pohon tumbang saat angin kencang kerap terjadi di Tanjungpinang,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY