Buka konten ini

BATAM (BP) – Menjelang akhir tahun 2025, Perum Bulog Cabang Batam mulai menyalurkan bantuan pangan untuk puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM).
Program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Penyaluran bantuan sudah dimulai sejak awal November. Kepala Perum Bulog Batam, Dani Satrio, menjelaskan bahwa total bantuan mencapai 662,6 ton beras dan 132.532 liter minyak goreng, yang disalurkan kepada 33.133 keluarga penerima manfaat di Batam.
“Setiap keluarga memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan, yakni November dan Desember. Penyaluran dilakukan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekonomi Nasional (DTKSEN) agar bantuan tepat sasaran,” ujar Dani, Selasa (4/11).
Ia menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari dukungan Bulog terhadap kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok. Bulog juga memastikan stok bahan pangan strategis di Batam dalam kondisi aman hingga awal tahun depan.
“Kami menjamin pasokan cukup dan distribusi berjalan lancar. Bulog siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk intervensi pasar kapan pun diperlukan,” ujarnya.
Dukungan Bulog itu mendapat apresiasi dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Menurutnya, sinergi antara Bulog dan Pemko Batam menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal distribusi beras, tetapi juga menjaga ketenangan dan daya beli masyarakat. Terima kasih atas peran strategis Bulog dalam menjaga pasokan pangan Batam. Sinergi ini sangat membantu kami mengendalikan inflasi, terutama menjelang akhir tahun,” kata Amsakar.
Pemko Batam juga menyiapkan program sembako bersubsidi yang akan disalurkan pada Desember mendatang. Sebanyak 52.500 paket sembako akan didistribusikan kepada warga dengan menggandeng Bulog sebagai penyedia utama beras sekaligus mitra distribusi.
Setiap paket sembako bernilai sekitar Rp200 ribu, namun disubsidi Rp100 ribu oleh pemerintah. Paket tersebut berisi 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir.
“Kami ingin masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang akhir tahun,” ujar Amsakar.
Langkah kolaboratif antara Bulog dan Pemko Batam ini sekaligus menjadi upaya antisipasi terhadap potensi lonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru, periode yang biasanya disertai peningkatan permintaan bahan kebutuhan pokok. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : GALIH ADI SAPUTRO