Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mendorong produktivitas sektor perikanan. Tahun ini, melalui Dinas Perikanan, Pemko Batam mengalokasikan Rp6,78 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 untuk membantu nelayan di berbagai wilayah pesisir.
Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan kapal, mesin, dan alat tangkap ikan, yang dibagikan kepada kelompok nelayan penerima manfaat.
“Dana ini kami gunakan untuk beberapa kebutuhan utama, yakni Rp1,97 miliar untuk bahan dan alat penangkapan ikan, Rp944,5 juta untuk pengadaan boat pancung atau sampan, serta Rp3,86 miliar untuk mesin boat dan sampan,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, Senin (3/11).
Menurut Yudi, mesin yang disiapkan umumnya berkapasitas 15 PK, menyesuaikan kebutuhan nelayan dan kondisi perairan di masing-masing wilayah.
“Tahun lalu ada juga yang kami berikan mesin 40 PK, tapi yang paling banyak diajukan tetap 15 PK,” jelasnya.
Program bantuan ini ditujukan kepada 92 Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang menaungi 313 nelayan penerima manfaat. Tujuannya, memperkuat kapasitas nelayan Batam dalam memenuhi kebutuhan ikan lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di kota industri itu.
“Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, karena sektor perikanan tangkap merupakan salah satu penopang utama ketersediaan sumber protein bagi masyarakat,” kata Yudi.
Tak hanya soal bantuan, Pemko Batam juga mendorong kemandirian nelayan. Dinas Perikanan memprioritaskan kelompok nelayan yang aktif, disiplin, dan mampu mengelola bantuan secara berkelanjutan.
“Kami melihat KUB yang memang layak dan sudah mandiri. Bantuan ini bukan sekadar stimulan, tapi juga bentuk kepercayaan agar mereka bisa terus tumbuh dan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir,” tutur Yudi.
Selain menyalurkan bantuan, Dinas Perikanan juga menyiapkan pendampingan teknis agar nelayan penerima dapat memanfaatkan kapal dan alat tangkap secara optimal.
“Pendampingan tetap kami lakukan, terutama dalam hal pemeliharaan kapal dan pengelolaan hasil tangkapan. Tujuannya supaya bantuan ini tidak berhenti hanya pada distribusi, tapi juga berdampak jangka panjang,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemko Batam berharap sektor perikanan tangkap semakin tangguh, produktif, dan menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di wilayah kepulauan tersebut. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO