Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Yosli YS, mendorong Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang bergerak di bidang kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan BLUD harus memberikan manfaat nyata dalam memperbaiki sistem pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.
Ia mengatakan, dua tahun sejak perubahan status dari unit kerja biasa menjadi BLUD, diharapkan ada peningkatan yang signifikan dalam hal manajemen, efisiensi, dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di daerah.
“Saat ini sudah ada tiga RSUD dan sepuluh Puskesmas di Anambas yang berstatus BLUD. Artinya, mereka sudah memiliki keleluasaan dalam mengatur sistem keuangan dan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Yosli saat dihubungi, Senin (3/11).
Yosli menjelaskan, sistem BLUD memberikan ruang gerak yang lebih fleksibel bagi pengelola untuk mengambil keputusan cepat tanpa harus terhambat oleh prosedur birokrasi yang panjang. Dengan sistem ini, pelayanan diharapkan lebih efektif dan tepat waktu.
“Dengan ditingkatkan menjadi BLUD, seharusnya mereka bisa bergerak sendiri, punya manajemen sendiri yang fleksibel untuk melayani masyarakat,” tambahnya.
Menurut Yosli, fleksibilitas yang dimiliki BLUD harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menghadirkan pelayanan yang profesional.
Ia menilai, kehadiran BLUD merupakan bentuk kepercayaan pemerintah kepada instansi pelayanan agar mampu berdikari namun tetap akuntabel.
Selain itu, Yosli juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BLUD.
Ia menilai, tenaga kesehatan perlu diberikan pelatihan dan pembinaan agar mampu beradaptasi dengan sistem kerja baru yang lebih dinamis dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Jika pelayanannya baik, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah juga akan meningkat,” ujarnya.
Dari sisi keuangan, BLUD di Anambas saat ini mencatat asumsi pendapatan sekitar Rp11 miliar.
Angka tersebut dinilai cukup besar dan menunjukkan potensi pengelolaan keuangan yang bisa terus ditingkatkan untuk memperbaiki fasilitas maupun layanan.
Namun demikian, Yosli menegaskan bahwa peningkatan pendapatan bukanlah tujuan utama.
Yang terpenting, menurutnya, adalah bagaimana dana tersebut dapat digunakan secara efektif untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pendapatan yang meningkat harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan. Itu yang paling penting, agar masyarakat benar-benar merasakan hasil dari perubahan sistem ini,” tegasnya.
Ke depan, Yosli berharap BLUD di Anambas dapat menjadi contoh tata kelola pelayanan publik yang modern, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY