Buka konten ini

SAGULUNG (BP) – Penumpukan sampah kembali menjadi pemandangan tak sedap di kawasan Sagulung. Tumpukan plastik, sisa makanan, dan limbah rumah tangga terlihat di pinggir jalan utama dan sekitar perumahan. Bau busuk pun menyengat, terutama di kawasan Sei Pelenggut, Sei Lekop, dan Sei Langkai.
Pantauan Batam Pos, sebagian tumpukan sampah bahkan sudah menutupi bahu jalan. Kondisi ini dikeluhkan warga yang setiap hari harus melewati area tersebut.
“Daripada menumpuk dan bau di rumah, jadi dibuang di jalan atau lahan kosong,” ujar Rosa, warga Sagulung, Senin (3/11).
Menurut dia, warga tidak punya banyak pilihan. Setiap kali petugas membersihkan, sampah hanya sempat hilang beberapa hari sebelum menumpuk lagi. “Paling bersihnya cuma sebentar, nanti balik lagi seperti semula,” katanya.
Camat Sagulung, M. Arfie Eranov, mengakui bahwa persoalan sampah di wilayahnya belum sepenuhnya teratasi. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan armada pengangkut sampah di tingkat kecamatan.
“Kami sudah minta sinergi dengan DLH karena armada kami terbatas. Kalau kami angkut TPS liar, nanti pengangkutan di perumahan malah terhambat,” ujarnya.
Arfie menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk menertibkan tempat pembuangan sementara (TPS) liar. Ia juga berharap peran serta dari Dinas Bina Marga serta para pengusaha untuk menutup titik-titik pembuangan ilegal tersebut.
“DLH sudah rutin patroli ke TPS liar, tapi persoalannya beberapa hari kemudian menumpuk lagi. Artinya, kesadaran warga masih rendah,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan menunggu jadwal pengangkutan resmi dari petugas. “Kita butuh kerja sama dari warga. Kalau semua tertib, lingkungan pasti lebih bersih,” kata Arfie menegaskan. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : GALIH ADI SAPUTRO