Buka konten ini
DINAS Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mencatat dari sekitar 2.000 koperasi yang terdaftar ada sekitar 300 di antaranya masih aktif dan memiliki pengelolaan yang baik.
Kepala Diskum Kota Batam Salim mengatakan dinasnya secara rutin melakukan pendampingan dan penilaian terhadap koperasi aktif untuk memastikan koperasi tetap sehat dan memberi manfaat bagi anggotanya.
“Dari 2.000 koperasi sekitar 300 yang aktif. Yang aktif ini kami terus bina dan lakukan penilaian agar koperasi semakin termotivasi untuk berkembang dan menjaga tata kelola yang baik,” ujar Salim saat dihubungi di Batam, Sabtu.
Menurut dia, sebagian besar koperasi di Batam bergerak di sektor konsumen, seperti penjualan bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari, serta koperasi karyawan di lingkungan perusahaan.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah, ia mengatakan Diskum Batam membuka akses permodalan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dana Bergulir.
“Kalau koperasi butuh tambahan modal, bisa melalui UPTD dengan plafon maksimal Rp300 juta. Tentu harus memenuhi syarat, termasuk adanya jaminan dan pengelolaan yang baik,” katanya.
Selain itu, Diskum Batam juga memiliki layanan pendampingan koperasi yang berpengalaman di bidang manajemen dan pembinaan usaha.
“Kami siap turun langsung ke lapangan kapan pun diminta untuk membantu koperasi yang membutuhkan bimbingan,” katanya, menambahkan.
Salim menegaskan, koperasi yang sehat wajib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir.
“RAT adalah forum koperasi. Kalau sudah dua kali tidak melaksanakan RAT, koperasi sudah dianggap tidak sehat. Tiga kali berturut-turut bisa kami beri peringatan khusus,” ujar dia.
Melalui pembinaan berkelanjutan, Diskum berharap semakin banyak koperasi di Batam yang dapat tumbuh mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya. (Amandine Nadja)
Reporter : ANTARA
Editor : AGNES DhAMAYANTI