Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memberikan rekomendasi ekspor konsentrat tembaga kepada PT Amman Mineral Tbk (AMMN) melalui anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Langkah ini menjadi strategi penting untuk menyelamatkan kinerja perusahaan dari kerugian yang lebih besar. Mereka mendapat kuota ekspor konsentrat tembaga sebanyak 480.000 metrik ton.
Rekomendasi dari ESDM tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menerbitkan surat persetujuan ekspor (SPE) bagi AMNT. Langkah ini krusial bagi keberlangsungan bisnis AMMN, mengingat larangan ekspor konsentrat sejak awal tahun berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hingga kuartal III 2025, AMMN mencatat kerugian sebesar USD175,53 juta atau sekitar Rp2,96 triliun.
Presiden Direktur AMNT, Rachmat Makkasau, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM. Menurutnya, kementerian tersebut responsif terhadap kendala teknis di fasilitas pemurnian perusahaan. “Smelter kami harus berhenti beroperasi sementara pada Juli dan Agustus 2025 karena perbaikan di unit flash converting furnace dan sulfuric acid plant,’’ ujarnya. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu hingga paruh pertama 2026.
Dengan dibukanya kembali akses ekspor konsentrat yang sempat tertahan sejak awal 2025, Amman Mineral dapat mengatur kapasitas gudang penyimpanan agar tidak melampaui batas. Langkah ini memastikan operasional tambang tetap berjalan sesuai rencana hingga fasilitas smelter kembali pulih.
‘‘Selama periode perbaikan berlangsung, kami tetap melakukan operasi secara parsial dengan peningkatan produksi yang dilakukan secara hati-hati tanpa mengabaikan aspek keselamatan,’’ ujarnya.
Pemulihan aktivitas ekspor juga akan menjaga kontribusi fiskal perusahaan terhadap perekonomian nasional dan daerah. Berdasarkan laporan kinerja hingga kuartal III 2025, AMMN menargetkan produksi tahun ini mencapai 430.000 dmt konsentrat tembaga dengan kandungan sekitar 228 juta pon tembaga dan 90.000 ons emas.
Target tersebut memperhitungkan stok yang ada serta bijih berkadar rendah dari lingkar luar Fase 8, di mana aktivitas tambang masih fokus pada pengupasan batuan penutup. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO