Buka konten ini

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat penyakit acute nasopharyngitis atau flu biasa serta hipertensi primer masih mendominasi kasus terbanyak yang dialami masyarakat sepanjang Oktober 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa flu biasa menempati urutan pertama dengan total 4.346 kasus, terdiri dari 2.133 pasien laki-laki dan 2.213 perempuan.
“Flu atau common cold masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita warga Batam. Hal ini umum terjadi, terutama di musim pancaroba dan saat cuaca tidak menentu seperti sekarang,” ujar Didi, Minggu (2/11).
Posisi kedua ditempati hipertensi primer dengan 4.303 kasus. Dari jumlah itu, pasien perempuan mendominasi dengan 2.920 orang, sementara laki-laki 1.383 orang. Menurut Didi, tingginya angka hipertensi tak lepas dari pola hidup masyarakat perkotaan yang kurang memperhatikan asupan gizi dan aktivitas fisik.
“Pola makan tinggi garam, kurang olahraga, serta stres menjadi pemicu utama tekanan darah tinggi. Karena itu, kami terus mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga pola hidup sehat,” jelasnya.
Selain dua penyakit tersebut, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menempati posisi ketiga dengan 3.136 kasus. Disusul dispepsia atau gangguan lambung sebanyak 2.398 kasus, serta ISPA akut tidak spesifik sebanyak 1.959 kasus.
Kasus penyakit tidak menular juga masih tinggi, seperti diabetes melitus non-insulin dengan 1.241 kasus, di mana perempuan kembali menjadi kelompok terbanyak.
Sedangkan faringitis akut tercatat 758 kasus, diare dan gastroenteritis 683 kasus, nyeri otot atau myalgia (M79.1) 681 kasus, dan pulpitis atau peradangan jaringan gigi 638 kasus.
Didi mengatakan, data tersebut menjadi perhatian serius Dinkes menjelang musim hujan di akhir tahun. Pasalnya, penyakit menular seperti flu, ISPA, dan diare berpotensi meningkat.
“Seluruh puskesmas sudah kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pelayanan promotif dan preventif. Warga juga diimbau menjaga daya tahan tubuh, memakai masker bila batuk atau pilek, dan memperbanyak konsumsi air putih,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemko Batam melalui Dinkes akan terus memperkuat layanan kesehatan primer, termasuk penyuluhan dan deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.
“Pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. Kami ingin masyarakat Batam semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” tutup Didi. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO