Buka konten ini
BATAM (BP) – Kasus kecelakaan kerja fatal di galangan kapal PT ASL Shipyard yang menewaskan 14 orang terus bergulir. Setelah dua pekan pascakejadian, Polda Kepri resmi menaikkan status perkara ke tahap penyidikan pada Jumat (24/10) lalu. Namun, meski sudah hampir sepekan di tahap ini, belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan.
Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan, penyidik masih menunggu hasil sejumlah pemeriksaan pendukung sebelum mengambil langkah penetapan tersangka.
“Tim sudah memeriksa banyak saksi. Hasil laboratorium forensik juga sedang ditunggu, termasuk hasil pemeriksaan dari tim K3 Dinas Tenaga Kerja Provinsi,” ujar Asep, Jumat (31/10).
Menurutnya, hasil dari berbagai pemeriksaan itu akan dikombinasikan dan dibandingkan untuk memastikan penyebab utama kebakaran yang menewaskan sejumlah pekerja tersebut.
“Setelah itu baru kami simpulkan secara menyeluruh,” ujarnya.
Belum pulih ingatan pascaledakan itu, kecelakaan kerja kembali terjadi di PT ASL. Kali ini, korbannya mengalami luka-luka.
Namun, Kapolda mengaku belum menerima laporan resmi terkait peristiwa baru itu. “Saya belum dapat laporan soal itu,” singkat Asep.
Polisi Selidiki dan Cari Fakta
Jajaran Polsek Batuaji tengah menyelidiki adanya informasi kecelakaan kerja lagi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang. Saat ini, polisi tengah memeriksa sejumlah saksi dan pihak perusahaan.
“Informasi kecelakaan kerja itu ada. Tapi faktanya belum dapat,” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, Jumat (31/10).
Bimo menjelaskan pihaknya sudah meminta keterangan dari pihak perusahaan. Namun, perusahaan berdalih tidak ada peristiwa kecelakaan kerja pada Rabu (29/10) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.
“Orang perusahaan menyebutkan tidak ada kejadian,” katanya.
Bimo mengaku akan me-nyampaikan hasil penyelidikan sesuai fakta yang ditemukan di PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang.
“Akan kita sampaikan. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja dikabarkan kembali terjadi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Rabu (29/10) sore, sekitar pukul 16.30 WIB. Kecelakaan ini terjadi saat pengerjaan blasting painting pada tongkang.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kecelakaan ini dipicu oleh korsleting listrik di area kerja tertutup yang menyebabkan ledakan. Akibatnya, dua pekerja terluka dan dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.
Salah seorang pekerja membenarkan adanya kecelakaan kerja ini. Ia mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat pengerjaan kapal tongkang bentangan baru.
“Ada korsleting dan ledakan. Dua orang pekerja yang dibawa ke rumah sakit,” ujar pekerja yang enggan menyebutkan namanya.
Seperti diketahui, kebakaran di galangan PT ASL Shipyard yang terjadi dua minggu lalu menelan korban jiwa dan luka-luka.
Insiden ini memicu perhatian publik karena diduga berkaitan dengan kelalaian dalam penerapan sistem keselamatan kerja. Sampai kemarin, sudah 14 orang meninggal dan beberapa lainnya masih menjalani perawatan. (*)
Reporter : Yashinta – Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG