Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mempercepat upaya penurunan angka stunting sebagai bagian dari komitmen mencapai target nasional prevalensi stunting sebesar 14 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Firmansyah, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dibebankan hanya pada sektor kesehatan. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dan koordinasi antarlembaga.
“Permasalahan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sanitasi, pangan, dan kesejahteraan keluarga. Diperlukan kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah agar target penurunan stunting dapat tercapai,” ujarnya, Jumat (31/10).
Dalam rapat evaluasi program penurunan stunting, dibahas progres pelaksanaan intervensi gizi spesifik dan sensitif, termasuk kendala implementasi di lapangan serta strategi integrasi data antarinstansi.
Firmansyah menekankan, percepatan penanganan tidak boleh berhenti di tataran administratif. Ia meminta agar monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin dan berbasis data akurat.
“Kita tidak cukup hanya menerima laporan. Harus ada monitoring dan evaluasi rutin yang benar-benar dijalankan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program penurunan stunting di Batam harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap perangkat daerah diminta berperan aktif dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan program yang berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup anak dan keluarga.
“Kami berharap hasil rapat ini tidak berhenti pada tataran rencana, tetapi benar-benar diimplementasikan di lapangan. Bukan hanya angka kemajuan yang penting, tetapi manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Firman.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting akan menjadi indikator penting dalam pencapaian tujuan pembangunan daerah. Pemko Batam berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor agar prevalensi stunting di Batam terus menurun secara signifikan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Firman optimistis Batam dapat mempercepat capaian target nasional 14 persen sesuai arah kebijakan pemerintah pusat. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK