Buka konten ini

LIVERPOOL (BP) – Liverpool FC (LFC) masih melanjutkan episode buruknya. Kamis (30/10), LFC kehilangan peluang menjuarai trofi Piala Liga saat bermain di depan pendukungnya sendiri, di Anfield. LFC dihancurkan Crystal Palace tiga gol tanpa balas pada putaran keempat ajang bernama lain EFL Cup atau Carabao Cup tersebut.
Bagi LFC, kekalahan itu menjadi kekalahan keenam dalam tujuh laga terakhir. Juga kekalahan pertama The Reds – sebu-tan lain LFC – di Anfield dalam laga Piala Liga dengan nirgol dan kebobolan tiga gol dalam 91 tahun. Kali terakhir The Reds merasakannya pada Februari 1934 saat melawan Bolton Wanderers.
Kekalahan kemarin pun mulai memberi tekanan terhadap posisi tactician LFC, Arne Slot. “Apabila Anda melatih LFC dan mengalami rentetan hasil se-perti ini, maka Anda akan tahu Anda berada dalam tekanan,” kata Slot seperti dilansir Evening Standard.
Kekalahan oleh Palace se-perti sudah terpampang menilik starting XI pilihan Slot. Milos Kerkez, bek kiri yang main sebagai wide attacker kiri, jadi satu-satunya starter reguler sejak menit awal. Bahkan, tujuh pemain diberikan debut oleh Slot. Tiga di antaranya starter, yakni kiper Freddie Woodman, bek kanan Calvin Ramsay, dan gelandang Kieran Morrison.
Terkait hal itu, Slot beralasan ingin memberikan kesempatan istirahat kepada starting XI terbaik saat menjamu Aston Villa dalam matchweek kesepuluh Premier League pada Minggu (2/11) dini hari nanti. “Aku harap, fans akan tetap mendukungku,’’ sebut Slot.
“Menurutku, itu tim yang salah. Dia (Slot) malah tidak membuat pemain muda bermain lebih mudah,’’ kritik mantan pemain LFC Jamie Redknapp kepada Sky Sports. Redknapp membandingkan dengan Palace yang masih mempertahankan mayo-ritas starter reguler.
Palace seperti Kryptonit
Di sisi lain, Palace musim ini seperti kryptonite bagi LFC. Tiga kali menghadapi The Eagles – sebutan Palace, tiga kali The Reds keok. Sebelumnya, Palace mengalahkan LFC 2-1 di Selhurst Park, London, dalam matchweek keenam Premier League (27/9). Di awal musim (10/8), LFC juga harus mengakui keunggulan Palace dalam Community Shield di Stadion Wembley (kalah adu penalti 2-3).
Dilansir dari laman resmi klub, tactician Palace, Oliver Glasner, merendah dan menganggap LFC tetap sebagai tim terbaik dibandingkan timnya. ”Setiap pemain yang bermain di LFC tentu para pemain pilihan. Kami belum bisa menyamai kekuatan skuad LFC,’’ tutur Glasner kepada Football London. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG