Buka konten ini

LINGGA (BP) – Masyarakat Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, mendesak aparat penegak hukum (APH) menindak tegas oknum pengusaha minyak yang diduga lalai saat mengangkut minyak solar di jalan umum. Kelalaian tersebut menyebabkan tumpahan solar di beberapa ruas jalan, yang berujung pada kecelakaan pengendara motor.
Sepanjang Oktober 2025, tercatat tiga kali insiden tumpahan minyak solar terjadi di wilayah Dabo Singkep. Kejadian pertama berlangsung di Jalan Desa Berindat, menyebabkan satu pengendara motor terjatuh hingga mengalami patah tulang tangan. Insiden kedua terjadi di Jalan Garuda, menimbulkan dua korban luka ringan akibat jalan licin.
Terbaru, pada Kamis (30/10), tumpahan minyak solar kembali ditemukan di Jalan Batu Kacang, arah menuju Polres Lingga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa pengendara sempat hampir terjatuh akibat permukaan jalan yang licin.
Menanggapi kejadian itu, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera turun tangan membersihkan sisa minyak solar agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Benar, hari ini kami kembali membersihkan tumpahan minyak solar di Jalan Batu Kacang. Berdasarkan informasi, tidak ada korban yang jatuh, hanya beberapa pengendara yang nyaris tergelincir,” ujar Ikmal Hakim, Danton Damkar Unit Dabo Singkep.
Sementara itu, Ewin, warga setempat, menyayangkan lambannya tindakan terhadap pelaku yang diduga pengusaha minyak. Ia menilai perlu ada langkah tegas dari aparat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kalau APH tidak bertindak tegas, bukan tidak mungkin nanti anak atau istri kita yang jadi korban,” ujarnya.
Menurut Ewin, hingga kini masyarakat belum melihat adanya langkah konkret untuk mengungkap siapa pengusaha minyak yang bertanggung jawab.
“Sudah beberapa kali terjadi, tapi pelakunya belum juga diketahui atau ditindak. Mereka masih berkeliaran dan membuat jalan licin lagi. Apakah mereka ini kebal hukum? Atau sengaja ingin mencelakai orang?” ucapnya heran.
Ia juga berharap pemerintah dan aparat dapat memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik rawan untuk membantu penyelidikan dan mencegah kejadian serupa terulang.
“Kalau perlu, pasang CCTV di beberapa titik jalan umum agar mudah mengetahui siapa pelakunya. Kami masyarakat tentu mendukung,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO