Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Dua pesawat militer Amerika Serikat (AS) jatuh di Laut Cina Selatan pada Minggu (26/10) sore waktu setempar. Dua pesawat itu adalah helikopter MH-60R Seahawk yang jatuh setelah takeoff pada pukul 14.45 dan jet tempur F/A-18F Super Hornet yang jatuh selang setengah jam kemudian.
Menurut laporan CNN dan The New York Post, seluruh awak dilaporkan selamat. Kedua kecelakaan itu terjadi saat kapal induk USS Nimitz sedang melakukan operasi penerbangan. Angkatan Laut AS (US Navy) menyatakan telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab insiden beruntun di kawasan strategis tersebut.
”Tiga awak MH-60R Seahawk berhasil diselamatkan oleh tim pencari dan penyelamat. Dua pilot dari F/A-18F Super Hornet yang berhasil keluar dari pesawat juga telah dievakuasi dalam kondisi selamat,” begitu keterangan resmi Armada Pasifik Amerika Serikat.
Trump Nilai Janggal
Presiden AS Donald Trump menyebut dua kecelakaan yang terjadi hampir bersamaan itu sebagai kejadian janggal. Dia menduga ada kemungkinan masalah pada bahan bakar pesawat. ”Mereka pikir ini mungkin karena bahan bakar buruk. Kita akan cari tahu, tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Trump seperti dikutip dari Associated Press.
Insiden Jet Tempur Keempat Tahun Ini
Kecelakaan jet tempur F/A-18F menambah daftar kecelakaan pesawat serupa sepanjang tahun ini. Total empat unit jet tempur bernilai USD 60 juta (Rp996,7 miliar) per pesawat telah hilang. Termasuk insiden di Laut Merah dan Virginia.
Sementara Laut Cina Selatan merupakan kawasan dengan potensi konflik tinggi. Sebab diklaim oleh sejumlah negara Asia Tenggara dan Tiongkok. Beijing mengklaim hampir seluruh wilayah perairan strategis tersebut meski Mahkamah Arbitrase Internasional telah menolak klaim tersebut pada 2016. Di sisi lain, AS secara rutin mengerahkan kekuatan militernya di kawasan itu untuk menegaskan kebebasan navigasi dan mendukung sekutunya di Asia.
Lawatan ke Asia
Kecelakaan dua pesawat AS terjadi di tengah lawatan diplomasi Presiden Trump ke Asia. Itu termasuk rencana pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan berlangsung pekan ini dengan agenda utama pembahasan perdagangan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : MOHAMMAD TAHANG