Buka konten ini

SEPANG (BP) – Sebuah desakan muncul dari paddock MotoGP. Yakni untuk mengembalikan sesi pemanasan (warm-up) bagi kelas Moto3 dan Moto2.
Itu menyusul kecelakaan horor pada sighting-lap yang melibatkan juara dunia Moto3 Jose Antonio Rueda dan pembalap Swiss Noah Dettwiler di Grand Prix Malaysia akhir pekan lalu.
Kecelakaan terjadi saat Rueda (Red Bull KTM Ajo) menabrak bagian belakang motor Dettwiler (CIP Green Power KTM) dengan kecepatan tinggi.
Sesaat sebelumnya, Dettwiler sedang berusaha menepi ke pinggir trek karena masalah teknis pada motor.
Menurut diagnosa medis, Rueda menderita gegar otak berat, memar parah, serta patah tangan karena kecelakaan itu. Sementara Dettwiler harus menjalani operasi dan sempat dilaporkan ‘stabil namun masih kritis’ pada Senin (27/10).
Bisa Mengurangi Risiko
Seperti dilaporkan The Race, sesi pemanasan memang belum bisa menjamin masalah teknis motor. Namun, minimal insiden seperti yang dialami Dettwiler bisa dicegah.
Sebelumnya, Dorna telah menghapus sesi pemanasan untuk Moto3 dan Moto2 sejak awal musim 2022.
“Mereka memulai balapan tanpa mengetahui kondisi lintasan, tanpa mengetahui apakah motornya bermasalah, dan mereka harus mencari tahu semuanya di putaran itu (sighting lap),” kata pembalap Ducati Francesco Bagnaia dikutip dari GPOne.
“Dettwiler sepertinya me-ngalami masalah, mungkin jika dia melakukan pemanasan, mereka akan menyadarinya lebih cepat,’’ lanjutnya.
Tanpa adanya sesi pemanasan, pembalap akhirnya menggunakan sighting lap untuk bermacam tujuan. Sebagian memilih memanaskan ban dan rem dengan menggeber motor di kecepatan tinggi. Sementara, yang lain melaju pelan untuk hemat bahan bakar. Adanya perbedaan itu meningkatkan potensi tabrakan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG