Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Jalan Diponegoro persisnya di kawasan hutan Mata Kucing, Sekupang, kerap dijadikan tempat tongkrongan kelompok pemotor pada malam hari. Kondisi ini membuat resah para pengendara yang melintas, terutama saat tengah malam dan akhir pekan.
Selain menjadi lokasi berkumpul, ruas jalan lurus di kawasan tersebut juga sering dimanfaatkan sebagai lintasan drag race atau ujicoba kendaraan yang dimodifikasi oleh sejumlah pemotor. Aktivitas berbahaya ini biasanya terjadi menjelang tengah malam hingga dini hari.
“Kalau tengah malam, ada puluhan motor yang nongkrong di tepi jalan,” ujar Satria, warga Batuaji, Senin (27/10).
Menurut Satria, kelompok motor yang sering berkumpul di lokasi itu beberapa kali terlibat bentrok antarkelompok. Dalam salah satu kejadian, mereka bahkan saling serang menggunakan batu dan broti.
“Takutnya terulang lagi, karena bentrokan seperti itu bisa mengancam keselamatan pengendara yang lewat,” ucapnya.
Ia berharap pihak kepolisian rutin melakukan patroli dan membubarkan tongkrongan tersebut agar masyarakat tetap merasa aman saat melintas pada malam hari.
“Seharusnya polisi patroli beberapa jam sekali dan langsung bubarkan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Yayat, warga Tiban. Ia mengatakan, aksi drag motor di kawasan tersebut setiap akhir pekan sangat membahayakan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lain.
“Kalau lewat malam hari harus lambat dan hati-hati sekali,” ujarnya.
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan oleh remaja. Ia meminta aparat bertindak tegas agar ada efek jera.
“Harus diberi sanksi supaya tidak diulangi lagi,” katanya.
Menanggapi hal ini, Kasat Samapta Polresta Barelang AKP Satri Putra menegaskan, pihaknya akan menindak kelompok pemotor yang meresahkan tersebut. Polisi juga akan mengerahkan tim patroli ke kawasan Mata Kucing untuk memantau situasi. “Pasti akan kita tindak lanjuti,” ujarnya singkat.
Ia menambahkan, menjadikan jalan raya sebagai lintasan balap liar sangat berbahaya dan menyalahi aturan.
“Ini sudah jelas pelanggaran. Jalan raya bukan tempat drag. Bisa memakan korban jiwa,” tutupnya. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RATNA IRTATIK