Buka konten ini
BATAM (BP) – Kasus narkoba kembali mencoreng instansi pemerintah. Seorang pegawai Imigrasi Batam berinisial AP disebut tersangkut perkara narkotika di Polda Kepri. Kepala Imigrasi Batam, Hajar Aswad, tak menutupinya—ia justru meminta bawahannya menyerahkan diri dan membantah keras isu liar soal “setoran Rp10 juta” yang ramai di media sosial.
“Benar, Kamis (23/10) sekitar pukul tiga sore, anggota kami diantar ke Direktorat Narkoba Polda Kepri untuk pemeriksaan,” ujar Hajar saat dikonfirmasi, Senin (27/10).
Hajar menegaskan, AP tidak ditangkap, melainkan menye-rahkan diri atas dasar koordinasi antara Imigrasi dan kepolisian. “Jadi bukan ditangkap, tapi menyerahkan diri untuk memudahkan proses pemeriksaan,” tambahnya.
Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk komitmen Imigrasi Batam dalam mendukung penegakan hukum, terutama terkait penyalahgunaan narkotika. “Ini kasus personal, bukan masalah institusi. Kami menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian,” tegas Hajar.
Ia menyebut belum memberikan pendampingan hukum karena proses pemeriksaan masih berlangsung. “Belum ada komunikasi dengan yang bersangkutan. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” katanya.
Bantah Isu Setoran Uang
Di tengah proses hukum itu, beredar kabar di media sosial yang menuding Hajar memerintahkan pegawainya mengumpulkan uang Rp10 juta sebagai bentuk laporan ke Polda Kepri. Hajar membantah keras tudingan tersebut.
“Itu hoaks banget. Saya juga bingung Rp10 juta itu untuk apa. Karena statusnya sudah tersangka, tidak mungkin saya arahkan seperti itu,” tegasnya.
Ia menegaskan tidak pernah memerintahkan pengumpulan uang dalam bentuk apa pun, apalagi terkait penanganan kasus narkoba.
“Saya sendiri yang memerintahkan agar anggota itu diserahkan ke Polda, bukan untuk dilindungi. Jadi tidak benar ada arahan me-ngumpulkan uang,” ujarnya.
Hajar bahkan mempersilakan media maupun publik datang langsung ke kantornya untuk mengonfirmasi kabar tersebut. “Kalau media masih ragu, silakan datang, tanya ke pegawai saya. Supaya beritanya berimbang,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum berencana menempuh langkah hukum. “Saya pikir itu cuma hoaks. Yang penting kita buktikan dengan fakta,” katanya. (*)
Reporter : Yashinta – Rengga Yuliandra
Editor : Ryan Agung