Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Kamala Harris belum siap untuk pensiun dari politik. Mantan wakil presiden Amerika Serikat (AS) itu telah mengisyaratkan bahwa dia mungkin akan mencalonkan diri lagi ke Gedung Putih dalam pemilihan presiden (pilpres) 2028. Kamala masih berambisi menjadi presiden pertemuan pertama di AS. Tahun lalu, Kamal kalah oleh Donald Trump dalam pilpres.
”Saya belum selesai,” kata Kamala dalam wawancara dengan BBC. ”Aku meyakini bahwa Amerika (Serikat) suatu hari nanti akan memilih seorang perempuan sebagai presiden,” imbuhnya.
Abaikan Jajak Pendapat
Kamala memilih mengabaikan jajak pendapat yang menempatkannya sebagai kandidat di luar dari nominasi Partai Demokrat. Bahkan, perempuan 61 tahun tersebut diposisikan di belakang aktor Hollywood Dwayne ’The Rock’ Johnson.
”Jika aku mendengarkan jajak pendapat, maka aku tidak akan mencalonkan diri untuk jabatan pertamaku, atau jabatan keduaku, dan aku pasti tidak akan duduk di sini,” kata wakil Joe Biden periode 2021–2025 tersebut.
Cerita Kampanye 2024
Ketika Partai Demokrat bergulat dengan kemenangan telak Trump satu tahun yang lalu, banyak yang menyalahkan Biden karena tidak mundur dari pencalonan lebih cepat. Dalam buku Kamala yang baru diterbitkan, 107 Days, diceritakan kampanye yang penuh gejolak yang dimulai setelah Biden mengundurkan diri dari pencalonan.
Tuduhan ke Trump
Kemala juga menyerang Trump sebagai tiran dan mengklaim peringatan kampanyenya tentang kecenderungan otoriternya telah terbukti benar. ”Dia mengatakan akan menjadikan Departemen Kehakiman sebagai senjata dan dia telah melakukan hal itu,” katanya. Kemala sekaligus menuduh para pemimpin bisnis dan lembaga AS terlalu mudah tunduk pada tuntutan Trump.
Respons Gedung Putih
Tuduhan Kemala menuai respons dari Gedung Putih. ”Ketika Kamala Harris kalah telak dalam pemilu, dia seharusnya menyadari hal itu. Rakyat Amerika tidak peduli dengan kebohongannya yang absurd. Atau mungkin dia memang mengerti maksudnya dan itulah sebabnya dia terus menyuarakan keluhannya kepada media asing,” kata juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO