Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Upaya mempercepat dekontaminasi radiasi Cesium-137 di kawasan Industri Modern Cikande, Banten terus dikebut. Dampaknya relokasi warga di area yang terus terkontaminasi. Total warga yang direlokasi sementara mencapai 91 orang.
Sampai saat ini sudah dilakukan dua tahapan relokasi warga Cikande. Relokasi pertama dilaksanakan di titik F pada 22 Oktober lalu untuk 63 jiwa. Relokasi dilaksanakan oleh Tim Nubika TNI AD bersama Pemerintah Kabupaten Serang, BRIN, serta Muspika Kecamatan Cikande.
Kemudian relokasi sementara tahap kedua telah dilakukan pada 26 Oktober 2025 terhadap 28 warga oleh KBRN Brimob, BRIN, Pemerintah Kabupaten Serang, serta Muspika Kecamatan Cikande. Sehingga total warga yang direlokasi mencapai 91 jiwa.
Relokasi warga untuk percepatan dekontaminasi itu, dilakukan di bawah komando Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH). Percepatan dekontaminasi itu dilakukan untuk mencegah meluasnya dampak radiasi Cesium-137 terhadap kesehatan masyarakat, pekerja, serta kegiatan pabrik.
Dekontaminasi dilakukan di sekujur lokasi yang terdeteksi radiasi Cesium-137. Baik di area pabrik maupun di luar pabrik. Laporan terbaru menyebutkan dari 22 pabrik yang terdeteksi paparan radiasi, sebanyak 21 pabrik telah berhasil didekontaminasi oleh Satgas. Pabrik yang telah selesai dekontaminasi dapat segera melakukan operasi kembali.
“Dekontaminasi dilakukan pada 12 dilokasi lainnya terdeteksi Cesium-137. Baik berada dilahan kosong, lapak maupun pemukiman,” kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemen-LH, sekaligus Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Satgas Cesium-137 Rasio Ridho Sani (27/10).
Dia mengatakan langkah percepatan dekontaminasi itu merupakan perintah Menteri-LH Hanif Faisol Nurofiq. Perintahnya adalah, paling lambat Desember depan seluruh lokasi yang terkontaminasi telah aman.
Dia menjelaskan ada dua lokasi Zona Merah yang berada di pemukiman. Yaitu di lokasi F2 dan E di Kampung Barengkok, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande. Total jumlah warga yang telah direlokasi sementara sebanyak 91 orang. Ridho mengatakan percepatan dekontaminasi dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat. Saat ini tim di lapangan melakukan percepatan dekontaminasi lokasi dengan radiasi tinggi atau Zona Merah yang berada dipemukiman. Setelah dilakukan kesepakatan dengan warga, Satgas melakukan relokasi sementara.
Proses relokasi mengikuti Prosedur Keamanan Radiasi yang dipantau langsung oleh petugas proteksi radiasi (PPR) serta dokter dari BRIN dan Bapeten.
Untuk keamanan radiasi, warga dan barang bawaannya diperiksa menggunakan survey meter radiasi. Setelah dinyatakan aman baru dilakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cikande.
“Kami pastikan keamanan radiasi dari masyarakat dan petugas Medis,” tegas Ridho.
Langkah relokasi dilakukan untuk percepatan dekontaminasi di zona merah yang berada di pemukiman. Sekaligus untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Selama proses dekontaminasi masyarakat dapat terpapar melalui debu (airborne) radioaktif Cesium-137. Dengan relokasi ini, petugas dapat lebih mudah melakukan dekontaminasi dan pemindahan material hasil dekontaminasi.
Total material hasil dekontaminasi yang berhasil dipindahkan ke interim storage sebanyak 222,6 meter kubik atau setara 371 ton. Satgas juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 32.363 kendaraan menggunakan Radiation Portal Monitoring (RPM) yang dioperasikan oleh BRIN dan KBRN Gegana Brimob Polri. Sejak minggu lalu tidak ada lagi kendaraan yang terdeteksi Cesium-137. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO