Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersiap semarak sepanjang November 2025. Sebanyak 13 event pariwisata akan digelar untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).
Rangkaian agenda tersebut dibuka dengan Sail to Indonesia yang telah berlangsung sejak 29 Oktober hingga 2 November. Dalam ajang ini, belasan hingga puluhan kapal yacht dari berbagai negara berlabuh di perairan Pulau Penyengat, Tanjungpinang.
Selanjutnya, Jelajah Negeri di Tanjungpinang pada 6–7 November, disusul Bajafash di Batam pada 7–8 November, Mandiri Bintan Marathon di Lagoi pada 8–9 November, serta Parade Budaya Nusantara di Batam pada 14–16 November.
Deretan agenda lain juga tak kalah meriah, seperti Dekra Fest di Tanjungpinang (15 November), Spirit of Tatung (16 November), Malay Food Festival dan Kepri Art and Culture International yang digelar serentak pada 20–25 November.
Kemudian, launching Kalender Event 2026 pada 22 November, Kepri Kolosal Nusantara pada 23 November, Artopia of Bintan, serta 12 Gurindam Purnama di Pulau Penyengat yang akan menutup bulan penuh pesta ini pada 28–29 November.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan, deretan event tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menggairahkan sektor pariwisata di seluruh kabupaten dan kota.
“Setiap bulan akan ada banyak event digelar di Kepri. Tujuannya bukan sekadar hiburan, tapi untuk menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Nyanyang, Senin (27/10).
Ia menekankan bahwa dampak positif dari setiap penyelenggaraan event tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau kemeriahannya, tetapi juga sejauh mana kegiatan tersebut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kita ingin perputaran ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah memastikan ekosistem ekonomi berjalan inklusif, tidak hanya dikuasai oleh pelaku usaha besar,” tambahnya.
Nyanyang menegaskan, Pemprov Kepri akan terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap event yang digelar, mulai dari penyediaan fasilitas hingga koordinasi dengan pihak hotel dan pengelola venue.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi lintas daerah. “Kalau event di Tanjungpinang, maka UMKM Tanjungpinang harus tampil. Begitu juga di Batam, Bintan, atau Karimun. Kita ingin ekonomi lokal benar-benar bergerak,” tutupnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GALIH ADI SAPUTRO