Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Aktivitas penumpang di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) terpantau lengang menjelang akhir tahun. Dalam tiga bulan terakhir, jumlah penumpang kapal cepat turun drastis hingga lebih dari 50 persen di hampir semua rute.
Humas Dumai Grup, Asmadi, mengatakan kondisi ini menjadi yang terparah sepanjang tahun. Penurunan penumpang berdampak langsung terhadap frekuensi pelayaran dan jadwal keberangkatan kapal.
“Kalau biasanya rute Dumai–Bengkalis bisa mencapai 120 sampai 130 penumpang, sekarang hanya sekitar 50-an. Untuk keberangkatan pagi pukul 07.20 yang biasanya terisi 70 sampai 80 orang, kini paling 40 sampai 50 saja,” ujarnya, Sabtu (25/10).
Menurut Asmadi, tren serupa juga terlihat pada rute lainnya. Rute langsung Dumai–Bengkalis kini hanya mencatat sekitar 80 penumpang, sedangkan rute singgah Selatpanjang–Dumai hanya mampu menarik sekitar 60 penumpang.
“Itu artinya di bawah 50 persen. Bisa dibilang banyak minusnya. Kami juga tidak tahu penyebab pastinya, tapi memang sepi,” katanya.
Ia menambahkan, data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) juga menunjukkan penurunan signifikan di sebagian besar pelabuhan domestik.
“Misalnya ke Tungkal biasanya bisa bawa 30 penumpang, sekarang paling belasan, bahkan ada yang hanya 10 sampai 12 orang. Itu jelas merugikan operator. Rute Sekupang–Tanjung Batu Marina pukul 12.30 juga sudah beberapa minggu tidak jalan,” jelasnya.
Meski begitu, satu rute yang masih stabil adalah Sekupang–Balai Karimun.
“Kalau ke Balai masih normal karena penumpangnya rutin bekerja. Tapi untuk rute lain seperti Dumai, Pekanbaru, Bengkalis, Selatpanjang, dan Buton, rata-rata sepi semua,” ungkapnya.
Asmadi berharap kondisi ini membaik pada November atau Desember mendatang, seiring momentum libur akhir tahun.
Pantauan Batam Pos di lokasi menunjukkan suasana Pelabuhan Domestik Sekupang pada akhir pekan tampak jauh lebih sepi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kursi tunggu di area keberangkatan banyak yang kosong.
Sejumlah pedagang di sekitar pelabuhan juga mengaku merasakan dampaknya. Omzet menurun karena sepinya arus keberangkatan.
“Memang sepi, mungkin di akhir tahun mulai ramai lagi,” ujar Lina, salah satu pedagang di area pelabuhan. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK