BATUAMPAR (BP) – Seorang pengendara mobil di Batam dibuat heran setelah mengisi bahan bakar di salah satu SPBU di kawasan Batuampar. Ia menduga ada kejanggalan karena tangki mobilnya yang berkapasitas maksimal 36 liter, justru bisa menampung hingga 41 liter BBM saat diisi penuh.
Kecurigaan itu muncul ketika ia melihat angka pada mesin pengisian menunjukkan nominal pembayaran sebesar Rp410 ribu, setara dengan 41 liter BBM jenis Pertalite. Padahal, sebelum pengisian, indikator bahan bakar pada mobil Toyota Calya miliknya masih menunjukkan satu balok, menandakan tangki belum benar-benar kosong.
“Saya heran, kok bisa tangki 36 liter diisi sampai 41 liter. Makanya saya minta bukti pembayarannya,” ujarnya dalam video yang beredar di media sosial, Sabtu (25/10).
Ia menegaskan, mobilnya dalam kondisi tidak kosong saat mengisi BBM. “Masih ada satu balok indikatornya, jadi tidak mungkin sampai segitu banyak,” katanya.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan pihaknya akan memeriksa kebenaran laporan tersebut.
“Kami akan pastikan dulu kebenarannya. Kalau memang terbukti ada pelanggaran, tentu akan kami beri sanksi sesuai ketentuan,” ujarnya singkat saat dihubungi Batam Pos.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, juga mengaku belum menerima laporan terkait dugaan kecurangan tersebut. “Belum tahu, nanti saya minta anggota cek langsung ke lokasi,” tegasnya.
Kasus ini menjadi sorotan warganet setelah video pengisian itu viral di media sosial. Banyak pengguna media sosial yang ikut menyoroti transparansi dan keakuratan pengisian BBM di SPBU tersebut.
Pertamina Klarifikasi
PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Kepri angkat bicara terkait keluhan seorang konsumen yang merasa pengisian bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Batam melebihi kapasitas tangki kendaraannya. Klarifikasi ini disampaikan usai viralnya konsumen yang mengaku mengisi 41 liter Pertalite, padahal kapasitas tangki mobil Toyota Calya miliknya hanya 36 liter.
Kepala Pertamina Wilayah Kepri, Bagus Handoko, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di SPBU 14.294.729 tempat kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kesalahan pada alat ukur maupun praktik kecurangan.
“Pengecekan tera nozzle sudah dilakukan dan hasilnya dinyatakan baik serta sesuai standar. Tidak ada indikasi alat ukur melebihi batas toleransi,” ujar Bagus kepada Batam Pos, Sabtu (25/10).
Bagus menjelaskan, pihak SPBU juga sudah diminta melakukan tera nozzle secara harian sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) Pertamina. Langkah ini untuk memastikan akurasi takaran tetap terjaga dan mencegah kesalahan teknis dalam pengisian BBM.
Menurut analisis awal Pertamina, perbedaan volume yang dirasakan konsumen bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya kapasitas aktual tangki kendaraan yang tidak selalu sama dengan data pabrikan, atau kemungkinan adanya kebocoran pada sistem tangki kendaraan. “Setiap kendaraan bisa memiliki sedikit perbedaan kapasitas tangki dari angka nominal yang tercantum di spesifikasi teknis. Karena itu, perlu verifikasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” jelas Bagus.
Pertamina menegaskan akan tetap melakukan investigasi lanjutan bersama tim teknis untuk memastikan kebenaran laporan tersebut. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : Jamil Qasim