Kamis, 2 April 2026

Silakan berlangganan untuk bisa membaca keseluruhan berita di Harian Batam Pos.

Baca Juga

Dari Iseng Posting Masakan, Kini Raup Omzet Puluhan Juta

Nasi Lemak Hoki Bawa Berkah bagi Imeh

makanan dan minuman yang tersedia di nasi lemak hoki.

Dari dapur rumahnya di Botania, aroma gurih santan dan daun pandan setiap pagi jadi pertanda awal kesibukan Fatima atau akrab disapa Imeh. Ibu tiga anak itu kini dikenal sebagai pemilik Nasi Lemak Hoki, usaha kuliner yang tengah naik daun di kawasan Botania 2, tepat di seberang RS Awal Bros Botania dan Yi An Academy.

Usahanya dimulai tanpa rencana besar. “Awalnya cuma iseng posting masakan di media sosial. Niatnya bukan jualan, cuma buat makan sendiri. Eh, malah banyak yang minat,” kenang Imeh sambil terkekeh.

Perempuan 30 tahun itu kemudian mencoba menjual nasi lemak buatannya secara daring pada Juli 2023. Responsnya tak disangka—pesanan berdatangan hingga ia memberanikan diri membuka outlet permanen sebulan lalu.

Imeh memilih nama Nasi Lemak Hoki bukan sekadar doa agar usahanya membawa keberuntungan. “Selain karena singkatan nama saya, suami, dan anak-anak, saya harap nama ini juga jadi doa supaya usaha ini benar-benar hoki,” ujarnya.

Setiap hari, Imeh memulai aktivitas sejak pukul 03.00 pagi, menyiapkan sambal dan lauk dari malam sebelumnya. Ia berjualan dari pukul 05.30 hingga 10.30, setiap hari Senin hingga Minggu, dengan dua kali libur sebulan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 50 bungkus nasi lemak, namun angka itu melonjak tajam setiap Jumat.
“Kalau Jumat, bisa sampai 300 porsi. Banyak yang nitip Jumat Berkah atau langganan rutin tiap bulan,” tuturnya.

Menu yang dijajakan di tenda hijaunya beragam—dari Mie Goreng Spicy dan Roti Jala Hoki, hingga Nasi Dagang Cumi, Lakse Kuah, serta Pempek Pastel Frozen. Namun, menu andalannya tetap Nasi Lemak Hoki, disusul Nasi Dagang Cumi, Lakse Kuah, dan Roti Jala.
“Minuman favorit pelanggan biasanya Soya Organik Less Sugar. Banyak yang suka karena rasanya ringan,” tambahnya.

Kini, produksi Imeh mencapai 500 porsi per hari, di luar pesanan Jumat Berkah. Total penjualan bulanannya menembus lebih dari 2.000 porsi, dengan omzet kotor mencapai Rp15–20 juta per bulan. Ia dibantu dua staf dapur dan satu penjaga stand.
Menariknya, usaha ini bermula tanpa modal besar. “Awalnya sistemnya PO, pelanggan bayar dulu baru saya belanja bahan buat besok. Jadi gak ada modal besar di depan,” jelasnya.

Pemesan bisa membeli lewat Instagram @nasilemak.hoki, yang terhubung langsung ke WhatsApp. Pesanan bisa dikirim melalui kurir, GoSend, atau dibeli langsung di outlet. “Stok online dan stok di stand kami pisahkan biar gak bentrok,” terang Imeh.

Namun perjalanan bisnisnya tak selalu mulus. Imeh sempat mengalami kerugian akibat makanan yang dibawa kabur oleh kurir. “Pernah juga dapat customer yang judes. Tapi ya, namanya jualan, harus tetap ramah dan sabar,” ucapnya sambil tersenyum pahit.

Ke depan, Imeh punya mimpi besar. Ia ingin Nasi Lemak Hoki menembus pasar internasional. “Targetnya bisa buka cabang di luar negeri, closing sehari seribu porsi,” katanya penuh semangat.

Bagi Imeh, kunci sukses berbisnis adalah keberanian untuk mencoba. “Kita gak akan tahu kalau gak dicoba. Kalau pasarnya tepat, Insya Allah ada rezeki. Yang penting terus perbaiki rasa dan kualitas,” tutupnya. (***)

Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : JAMIL QASIM