



Kota Batam kembali dipenuhi beragam dinamika sepanjang pekan ini. Dari panggung penghargaan hingga seruan buruh di jalanan, dari prestasi investasi hingga kisah kelam di balik kemudi. Semua menjadi potret utuh kehidupan kota industri yang terus berdenyut.
Pekan ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menyelenggarakan Anugerah Investasi BP Batam 2025, sebuah ajang bergengsi dan penghormatan bagi barbagai pihak yang percaya dan ikut membangun Batam.
Mengangkat tema “Mengapresiasi Prestasi, Mendorong Investasi”, ajang ini digelar di Radisson Golf & Convention Centre, Rabu (22/10/2025) dan menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti BP Batam ke-54 tahun. Penerima penghargaan mendapat sorotan atas kontribusinya menjaga iklim investasi dan membuka lapangan kerja di Kota Batam.
Sementara itu, di kawasan Tanjunguncang, ada ratusan buruh PT ASL Shipyard turun ke jalan menuntut penegakan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menolak sistem outsourcing. Aksi ini menjadi buntut dari tragedi kebakaran kapal MT Federal II yang menewaskan 13 pekerja. Mereka mendesak pemerintah dan manajemen agar keselamatan pekerja dijadikan prioritas utama, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
Di sisi penegakan hukum, Bea dan Cukai Batam kembali mencatat keberhasilan dalam upaya pelestarian satwa dilindungi. Petugas menggagalkan penyelundupan paruh burung rangkong dan taring beruang yang hendak dikirim ke luar negeri melalui jalur laut. Temuan ini menegaskan Batam masih menjadi titik rawan penyelundupan barang ilegal, dari narkotika hingga bagian tubuh satwa langka.
Sementara di pengadilan, sidang kasus sabu dua ton kembali digelar dengan menghadirkan sejumlah terdakwa utama. Kasus yang mencuat sejak awal tahun ini menjadi perhatian nasional karena jumlah barang bukti yang luar biasa besar, menjadikan Batam sebagai salah satu titik transit jaringan internasional.
Tak kalah menggemparkan, pekan ini juga diwarnai dengan insiden kecelakaan maut mobil Yaris merah di Batuampar. Mobil Toyota Yaris merah hitam BP 1651 CO yang menabrak empat pejalan kaki di Jalan Yos Sudarso. Dalam kasus Yaris maut tersebut, polisi telah mengamankan barang bukti kendaraan di Unit Gakkum Satlantas Polresta Barelang.
Dari sorotan investasi hingga tragedi di jalan, pekan ini kembali mengingatkan bahwa Batam bukan hanya kota industri, tetapi juga ruang hidup yang selalu bergerak antara ambisi, perjuangan, dan harapan. (***)
Reporter : TIM BATAM POS
Editor : JAMIL QASIM