Buka konten ini
NAPLES (BP) – Antonio Conte yang membentuk pondasi kekuatan Inter Milan pada musim 2019–2020. Hasilnya, Conte dengan skema 3-5-2 mampu mengantarkan Inter merengkuh scudetto Serie A 2020–2021. Setelah era Conte, Inter kembali meraih scudetto pada era Simone Inzaghi (2023—2024). Cristian Chivu meneruskan pondasi tersebut musim ini.
Malam nanti, The Godfather –julukan Conte– bersama SSC Napoli harus memikirkan taktik untuk mengalahkan taktiknya sendiri saat menerima kedatangan Inter di Stadio Diego Armando Maradona, Naples (siaran langsung Vidio pukul 23.00 WIB). Salah satu yang harus dipikirkan adalah menghindarkan Napoli dari kekalahan ketiga beruntun.
Setelah keok 0-1 oleh Torino FC pada giornata ketujuh Serie A (19/10), Partenopei – sebutan Napoli – dihancurkan 2-6 oleh PSV Eindhoven dalam matchday ketiga fase League Liga Champions (22/10). ”Kami harus keluar dari periode negatif. Yang menjadi atensi kami adalah menyelesaikan masalah kami dalam mencegah untuk tidak kebobolan,” tutur kapten sekaligus bek kanan Napoli Giovanni Di Lorenzo kepada Radio Kiss Kiss Napoli.
Benteng Rapuh
Pertahananan Napoli yang dikenal solid musim lalu, hanya kebobolan 27 gol dari 38 laga (rasio kebobolan 0,71) berubah menjadi selalu kebobolan dalam tujuh laga di awal Serie A musim ini (rasio kebobolan 1). Belum lagi harus memulihkan mentalitas setelah diberondong setengah lusin gol oleh PSV.
Sebaliknya, Inter sedang bagus pertahanannya dengan tidak kebobolan dalam dua laga terakhir. Termasuk dalam grande partita menghadapi AS Roma atau saat Nerazzurri – sebutan Inter – menang 1-0 di Stadio Olimpico (19/10).
“Aku senang dengan permainan timku ketika kami tidak kebobolan,” ucap Chivu dilansir dari FC Inter News.
Bukan hanya itu. Sebagai ”murid” Conte, lantaran menukangi tim kelompok usia Inter saat The Godfather di Nerazzurri, Chivu sudah memahami taktik seniornya tersebut. Namun, Chivu menilai Conte tentu punya pilihan strategi lain untuk mengelabui lawan. ”Aku hanya fokus pada pertandingan (bukan dengan Conte, red),” tegas Chivu dikutip dari Inter.it.
Kapten sekaligus striker Inter Lautaro Martinez juga menyebut, setiap pelatih bakal menyesuaikan dengan setiap tim yang ditanganinya. Artinya, tidak semua pelatih kaku dengan filosofinya.
”Jika Anda lihat, Napoli musim ini bukan lagi tim dengan sistem tiga bek, melainkan dengan empat bek. Aku juga tidak melihat permainan bertahan yang dianggap ciri khasnya,” tutur Lautaro tentang Conte di Napoli kepada Sky Sport Italia. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG