Buka konten ini

BATAM (BP) – Kecamatan Nongsa meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Layanan Persampahan Nongsa Bersih (Silapan) di kawasan Summer Land, Rabu (22/10) malam. Aplikasi ini menjadi terobosan digital pertama di tingkat kecamatan untuk mempermudah pengelolaan sampah sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Camat Nongsa, Arfandi, mengatakan, Silapan merupakan hasil penerapan program pendidikan administrator yang tengah ia ikuti di Yogyakarta. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Nongsa.
“Harapannya, melalui aplikasi Silapan, masyarakat dapat turut membantu mengatasi persoalan persampahan di kelurahan. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah, tapi juga RT, RW, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Arfandi.
Aplikasi Silapan dilengkapi dengan sejumlah fitur, mulai dari pengaduan dan pelayanan persampahan, laporan sampah liar, hingga pelatihan daur ulang. Melalui fitur tersebut, warga dapat melapor jika jadwal pengangkutan tidak berjalan semestinya atau menemukan tumpukan sampah liar di lingkungan mereka.
“Misalnya Satgas Kebersihan tidak mengangkut sesuai jadwal, Pak RT bisa melaporkan lewat aplikasi. Laporan itu akan kami tindak lanjuti dengan cepat, bahkan dilengkapi foto sebelum dan sesudah penanganan,” jelasnya.
Selain layanan pengaduan, Silapan juga menampilkan kegiatan edukatif seperti pelatihan daur ulang, bank sampah menajar, serta program Pekan Bersih Nongsa. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga mampu mengelola sampah menjadi bernilai ekonomi.
Saat ini, Kecamatan Nongsa melayani 8.370 kepala keluarga dari 147 RT untuk pengelolaan sampah. Namun, jumlah itu baru mencakup sebagian dari total 307 RT yang ada. Sebagian wilayah lainnya masih berada di bawah tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
“Bukan berarti tidak ada pelayanan, hanya saja terbagi dua. Ada yang dilayani DLH dan ada yang menjadi tanggung jawab kecamatan. Tapi kalau ada laporan dari wilayah DLH, tetap akan kami teruskan,” ujar Arfandi.
Ia juga mencontohkan keberhasilan warga yang aktif dalam program bank sampah, seperti kelompok RT di Permata Bandara yang berhasil menyabet juara pertama tingkat Kota Batam berkat inovasi mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut, mengapresiasi langkah Camat Nongsa dalam menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi ini.
Aplikasi Silapan sangat berguna untuk membantu pengelolaan sampah di Batam. Ke depan, saya berharap aplikasi ini bisa diterapkan di kecamatan lain agar persoalan sampah di kota kita dapat terpantau dan tertangani lebih cepat,” ujar Amsakar.
Ia juga mengingatkan agar inovasi digital seperti Silapan tidak berhenti pada peluncuran, melainkan disertai respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat.
“Jangan hanya membuat aplikasi, tapi juga harus cepat tanggap dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Batam lebih bersih dan tertata,” tegasnya.
Melalui aplikasi Silapan, Kecamatan Nongsa menegaskan komitmennya menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat. Tak sekadar soal kebersihan, tetapi juga bentuk partisipasi aktif warga dalam mewujudkan kota yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK