Buka konten ini
BATAM (BP) – Satlantas Polresta Barelang mengklaim masih mendalami dua kecelakaan maut yang terjadi di wilayah Batuampar, Batam, akhir pekan lalu. Kasus pertama melibatkan mobil Toyota Yaris Cross warna merah hitam (dark red) bernomor polisi BP 1651 CO yang menabrak empat pejalan kaki di Jalan Yos Sudarso. Sementara, kasus kedua terjadi di kawasan Tanjungsengkuang dan menewaskan seorang pelajar SMA Negeri 14 Batam.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, mengatakan, hingga kini pasangan suami istri yang berada di dalam mobil Yaris Cross masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
“Keduanya masih berstatus sebagai saksi. Hasil tes urine pengemudi menunjukkan negatif alkohol maupun narkoba,” ujar Rambe, Rabu (22/10).
Dalam kecelakaan tersebut, polisi telah mengamankan mobil Toyota Yaris Cross di Unit Gakkum Satlantas Polresta Barelang. Kondisi mobil tampak rusak berat di bagian depan dan belakang akibat benturan keras. “Kami masih mendalami penyebab pastinya, termasuk dugaan kelalaian atau kehilangan kendali,” tambahnya.
Seperti diketahui, peristiwa tragis itu terjadi Minggu (19/10) pagi sekitar pukul 07.20 WIB dekat PT Trakindo, Jalan Yos Sudarso, Batuampar. Mobil Toyota Yaris Cross yang dikemudikan pria berinisial KS, 38, melaju dari arah Batuampar menuju Seraya Atas.
Sesampainya di lokasi, mobil mendadak oleng dan menabrak empat ibu-ibu yang sedang berteduh di lapak penjual buah.
Akibat benturan keras, satu korban bernama KM, 51, meninggal dunia di tempat kejadian, sementara tiga korban lainnya yakni SR, 56; AF, 47; dan SM, 49; mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Korban sempat dievakuasi warga yang melintas sebelum petugas datang,” ungkap Rambe.
Selain kasus tersebut, Satlantas Polresta Barelang juga menangani kecelakaan maut lain di kawasan Sengkuang, Batuampar, Sabtu (18/10) malam sekitar pukul 23.45 WIB.
Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Honda Beat BP 2705 EI dengan sebuah truk lori, dan menewaskan seorang pelajar SMA Negeri 14 Batam berinisial R. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap sopir truk, polisi menduga kecelakaan dipicu oleh kelalaian pengendara sepeda motor.
“Truk dan sopirnya sudah kami amankan untuk dimintai keterangan. Namun penyelidikan masih berjalan, semua masih kami dalami,” tegas Rambe.
Ia mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu waspada dan mematuhi rambu lalu lintas, baik di jalan utama maupun di kawasan permukiman padat.
“Satu detik saja lalai, nyawa bisa melayang. Karena itu, kami minta semua pengendara lebih berhati-hati,” tutupnya. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK