Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Impian besar Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, segera terwujud. Bahkan, lokasinya sudah ditetapkan di wilayah Jabal Hindawiyah, sekitar dua kilometer dari Masjidilharam.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambut baik progres pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah.
Ia menegaskan, pembangunan kawasan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) serta Danantara. Namun, Kementerian Agama siap memberikan dukungan penuh.
Meskipun sudah menjadi kewenangan Kemenhaj, Presiden Prabowo tetap menyebut nama Nasaruddin saat memaparkan rencana Kampung Haji Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna, Minggu (20/10). Nasaruddin menanggapinya dengan santai.
“Karena mungkin saya yang melakukan lobi-lobi pertama dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pak Presiden masih meminta saya membantu Pak Roslan (Danantara) untuk melahirkan gagasan besar ini,” ujar Nasaruddin di kantornya, Selasa (21/10).
Namun, ia kembali menegaskan bahwa urusan haji kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kemenhaj yang dipimpin Mochammad Irfan Yusuf. “Kementerian Haji dan Umrah kan teman kita juga. Mungkin kita bantu, tetapi tetap jarumnya nanti ada di Kemenhaj,” jelasnya.
Nasaruddin mengungkapkan, dirinya terlibat dalam lobi-lobi awal dengan Pemerintah Arab Saudi terkait rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia. Hasilnya, Kerajaan Arab Saudi memberikan lampu hijau bagi negara asing untuk memiliki aset di Kota Makkah—sesuatu yang sebelumnya tertutup bagi pihak luar.
“Saya masih diminta oleh Bapak Presiden melakukan langkah-langkah berikutnya bersama pihak-pihak terkait, khususnya dengan Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya.
Namun, Nasaruddin menilai seluruh pelaksanaan nantinya bisa sepenuhnya ditangani oleh Kemenhaj. Dengan begitu, tugas Kemenag akan lebih ringan dan dapat fokus pada urusan kerukunan umat beragama di Indonesia.
“Poinnya, insyaallah Kementerian Agama akan tetap mengawal Kampung Haji Indonesia di Makkah sesuai arahan Bapak Presiden,” tutur Nasaruddin. Ia menegaskan, baik Kemenag maupun Kemenhaj sama-sama berada dalam Kabinet Merah Putih Prabowo–Gibran, sehingga kolaborasi bisa berjalan tanpa harus saling mencampuri urusan masing-masing.
Seperti diketahui, pembangunan Kampung Haji Indonesia sempat disinggung Pre-siden Prabowo dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna (20/10). Pada waktu yang sama, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau langsung lokasi rencana pembangunan tersebut.
Lokasi Kampung Haji Indonesia direncanakan menempati lahan seluas 80 hektare di kawasan Jabal Hindawiyah, Makkah. Jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari Masjidilharam, sehingga jemaah dapat berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit untuk mencapai masjid.
Berdasarkan dokumentasi foto yang dikirim tim Kemenhaj, lokasi pembangunan masih berupa hamparan tanah dengan sebagian area ditumbuhi rumput liar. Dari titik itu tampak Zamzam Tower menjulang tinggi—menara yang di dalamnya terdapat hotel dan pusat perbelanjaan yang menjadi penanda lokasi Masjidilharam.
Dahnil menjelaskan, proses negosiasi dan lelang (bidding) lahan tengah berlangsung. Lokasi tersebut berada dalam Masar Project, kawasan strategis yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat dan jalur pejalan kaki menuju Masjidilharam.
“Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zamzam Tower dan area Masjidilharam. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia seluas sekitar 80 hektare,” ujar Dahnil.
Politikus Partai Gerindra itu meminta doa seluruh rakyat Indonesia agar proses tersebut berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik. “Insyaallah ini menjadi alternatif utama lokasi Kampung Haji Indonesia,” katanya.
Ia juga menambahkan, Presiden Prabowo sangat serius mengupayakan hal ini dan akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman. Proses bidding ini dijadwalkan selesai pada 30 Oktober mendatang. Dari pihak Indonesia, lelang lahan untuk Kampung Haji dipimpin langsung oleh Kepala Danantara, Rosan Roeslani. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG