Buka konten ini
BATAM (BP) — Pemerintah Kota Batam kembali menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyebut tingkat inflasi di Batam hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali seiring dengan penguatan sinergi lintas sektor.
Rapat nasional yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti seluruh gubernur, bupati, serta wali kota se-Indonesia. “Alhamdulillah, kondisi inflasi di Batam sejauh ini masih dalam batas aman dan terkendali. Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar daya beli masya-rakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi berjalan stabil,” ujar Amsakar.
Menurutnya, keberhasilan menjaga inflasi di Batam tidak terlepas dari sinergi kuat antara Pemko Batam, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan berbagai pemangku kepentingan. Ia me-nekankan pentingnya langkah antisipatif terhadap gejolak harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang akhir tahun.
Selain pengendalian inflasi, Amsakar juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi belanja daerah. Ia menilai, belanja pemerintah yang tepat sasaran dan tepat waktu merupakan motor penggerak ekonomi lokal, khususnya di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif.
“Belanja pemerintah harus tepat sasaran dan tepat waktu. Ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal sekaligus menjaga sirkulasi uang di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya menegaskan bahwa stabilitas ekonomi nasional membutuhkan sinergi dua mesin utama: pemerintah dan sektor swasta. Ia menyebut, optimalisasi realisasi belanja pemerintah menjadi salah satu kunci menjaga daya beli masyarakat dan menstimulasi kegiatan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan bisa melompat kalau dua mesin bergerak, yaitu mesin swasta dan mesin pemerintah. Mesin pemerintah di antaranya adalah realisasi belanja yang harus dioptimalkan,” kata Tito.
Dari sisi makro, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa ekonomi nasional menunjukkan tren positif. Pada kuartal II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12 persen dengan inflasi terkendali di angka 2,65 persen, salah satu yang terbaik di antara negara-negara anggota G20.
“Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga, sementara pertumbuhan ekonomi berjalan stabil. Semua ini menggambarkan ekonomi Indonesia yang sehat dan dipercaya pasar,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan muncul langkah konkret dan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : Ryan Agung