Buka konten ini

BINTAN (BP) – Lapangan Relief Antam di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (16/10) pagi, berubah ramai luar biasa. Sejak pukul delapan, warga sudah berbaris rapi membawa tas belanja. Mereka datang bukan untuk olahraga, melainkan berburu harga murah di ajang Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan.
Hasilnya? Tak sampai dua jam, stok 50 kilogram daging ayam ludes diborong pembeli. “Rencananya mau beli satu ekor ayam, tapi ternyata banyak juga yang antre,” kata Leni, warga Kijang yang ikut berburu bahan pokok murah.
Ia mengaku harga yang ditawarkan di lokasi jauh lebih ringan dibanding pasar. Daging ayam dijual Rp36 ribu per kilogram, sedangkan di pasar harganya bisa mencapai Rp38–39 ribu. Harga telur pun selisihnya mencolok. “Telur di sini Rp32 ribu per papan, padahal di pasar bisa Rp56–57 ribu. Memang ukurannya kecil, tapi tetap lumayan murah,” ujarnya.
Pedagang daging ayam, Aryo, membenarkan tingginya antusiasme warga. “Stok 50 kilogram ayam habis hanya dalam dua jam. Kita jual di bawah harga pasar supaya masyarakat bisa terbantu,” ujarnya.
Hal serupa dialami pedagang telur ayam. Sebanyak 70 papan telur yang ia bawa pun laku terjual dalam waktu singkat. “Kita jual telur ukuran nomor empat, Rp32 ribu per papan. Lebih murah dari biasanya,” tuturnya.
Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Bintan, Siti Haryani, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Pangan Sedunia ke-45 dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
“Selain ayam dan telur, harga komoditas lain juga kita tekan di bawah harga pasar. Misalnya gula Rp10 ribu per kilogram, beras SPHP Rp55 ribu per 5 kilogram, dan minyak goreng MinyaKita Rp14 ribu per liter,” terangnya.
Menurut Siti, Gerakan Pangan Murah ini sudah kedua kalinya diadakan, dan selalu diserbu warga.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Karena itu, kegiatan serupa akan kembali digelar di Toapaya dalam waktu dekat,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GALIH ADI SAPUTRO