Buka konten ini

Johor bukan sekadar deretan hotel mewah dan jalan raya yang tersusun rapi di selatan Semenanjung Malaysia. Di balik modernitasnya, terbentang pesona alam yang tenang di kawasan pesisir bernama Desaru Coast. Pariwisata Johor yang satu ini memiliki kemewahan modern, dan keindahan bahari yang menawan.
PAGI baru merekah di pesisir selatan Semenanjung Malaysia. Dari balik jendela kendaraan yang melaju mulus, panorama jalanan Johor terlihat tertata rapi—pohon kelapa berbaris, cemara laut menari pelan tertiup angin. Udara terasa bersih dan tenang. Sekitar satu setengah jam perjalanan dari Puteri Harbour, tibalah di kawasan yang menjadi kebanggaan Negeri Johor: Desaru Coast.
Bukan sekadar hamparan resort mewah dan hotel berbintang, Desaru Coast adalah wajah pariwisata Johor yang memadukan kemewahan modern dengan kelembutan alam bahari. Di sinilah, wisata pantai, budaya, dan keramahan Melayu bertemu dalam satu harmoni yang menenangkan.
“Desaru kini bukan hanya tempat percutian, tetapi simbol kemajuan pariwisata Johor. Kami ingin setiap pelancong merasakan keindahan alam, layanan bertaraf dunia, dan kehangatan budaya Melayu,” tutur Sheikh Abdullah Bin Md Taufek, pemandu wisata yang menemani rombongan media, Selasa (14/10).
Kunjungan dimulai dari The Westin Desaru Coast Resort, hotel bintang lima yang berdiri anggun di tepi Laut China Selatan. Arsitekturnya bergaya tropis modern, berpadu kaca besar yang memantulkan warna biru laut dan langit. Begitu memasuki lobi, aroma bunga segar menyambut setiap tamu, menambah kesan elegan dan tenang.
Kamar-kamar di The Westin ditata dengan nuansa alami—warna kayu muda, cahaya lembut, dan balkon yang meng-hadap langsung ke laut. Saat senja tiba, panorama matahari terbenam dari kolam renang infinity menciptakan siluet indah yang seolah menyatu dengan cakrawala.
Fasilitasnya pun lengkap: Heavenly Spa yang menenangkan, restoran berkelas internasional, hingga pantai pribadi yang tenang. Tak heran jika resort ini menjadi pilihan utama wisatawan premium dari berbagai negara.
Dari suasana hening nan elegan, perjalanan berlanjut ke tempat yang penuh semangat: Hard Rock Hotel Desaru Coast. Dindingnya dihiasi memorabilia musik legendaris—gitar, busana panggung, hingga poster artis dunia. Suasananya riang, penuh energi muda.
Hotel ini menjadi magnet bagi wisatawan keluarga dan generasi muda. Kolam renang berbentuk lagoon, arena bermain air anak-anak, hingga Rock Spa dengan terapi musik menjadi daya tarik utama. “Di sini setiap hari ada pertunjukan musik, kecuali hari Senin,” ujar salah satu staf sambil tersenyum.
Berikutnya, perjalanan menuju Els Club Desaru Coast, surga bagi pencinta golf. Lapangan ini dirancang langsung oleh legenda golf dunia, Ernie Els. Hamparan rumput hijau terbentang sejauh mata memandang, diapit birunya laut di kejauhan.
Els Club memiliki dua lapangan utama, Ocean Course dan Valley Course, masing-masing dengan karakter berbeda. Club house-nya elegan, dilengkapi restoran, toko perlengkapan golf, dan ruang santai dengan pemandangan 180 derajat ke arah laut—mewah, tapi tetap bersahaja.
Tak jauh dari sana, ada Pantai Bayu Balau, destinasi alami yang memikat hati. Pasir putihnya bersih, air lautnya jernih, dan ombaknya berirama lembut. Di tepi pantai berdiri menara pandang setinggi belasan meter, tempat sempurna menikmati matahari terbit. Dari puncaknya, Laut China Selatan tampak luas tak bertepi, berkilau keemasan diterpa cahaya pagi.
Berbeda dari kawasan resort, Bayu Balau menawarkan suasana kampung nelayan yang damai. Warga lokal menyambut ramah, beberapa sibuk menjemur jala dan hasil tangkapan ikan. Suasana yang menghadirkan sisi lain Johor—hangat, sederhana, namun memesona.
Perjalanan ditutup di Desaru Fruit Farm, kebun buah tropis seluas puluhan hektare yang menjadi destinasi wisata edukatif. Pengunjung diajak berkeliling mengenal aneka tanaman dan pohon buah, mulai dari durian, mangga, hingga jambu madu.
Tak hanya kebun, kawasan ini juga memiliki mini zoo dengan berbagai satwa, seperti unta, burung unta, kerbau pink, hingga ular. Di akhir kunjungan, wisatawan disuguhi buah segar hasil panen kebun—penutup sempurna dengan cita rasa manis alami.
Kunjungan lintas negara ini menjadi bagian dari promosi besar Visit Johor 2026, yang menargetkan jutaan wisatawan internasional datang ke negeri bagian selatan Malaysia. Pemerintah Johor berambisi menjadikan Desaru Coast sebagai gerbang wisata kelas dunia yang tetap berakar pada budaya Melayu.
Desaru kini menjadi simbol harmoni antara kemajuan dan tradisi. Dari ketenangan pantainya, kemewahan resort, semangat muda Hard Rock, hijau hamparan golf, hingga kesegaran kebun buah—semuanya berpadu menjadi mozaik indah yang menggambarkan wajah pariwisata Johor yang modern, ramah, dan berjiwa Melayu. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RYAN AGUNG